Monday, September 24, 2012

VIDEO SENI / ART VIDEO





Di bawah ini adalah beberapa contoh Animasi 3 Dimensi hasil karya saya. Animasi ini dibuat dengan menggunakan software 3DS Max. Silahkan diclick videonya untuk mendownload.



Animasi 3 Dimensi 3DS MAX Buah-buahan




Animasi 3 Dimensi 3DS Max Iklan Layanan Masyarakat



 

Animasi 3 Dimensi 3DS MAX Obat Nyamuk Bakar


 

Animasi 3 Dimensi 3DS MAX Mobil Mbeldak



Animasi 3 Dimensi 3DS MAX Air Mancur

 


Animasi 3 Dimensi 3DS MAX Snack









ART VIDEO

By : Abdul Aziz Ma'any

(KESETIAAN)


Ini adalah sebuah Art Video yang mengisahkan tentang sebuah Kesetiaan pada pasangannya.

Konsep :

Pencarian tentang kekasih yang hilang dari sepasang pasangan, dia berjalan untuk mencari pasangannya ke manapun sampai ketemu. Dia tetap setia meskipun kehilangan pasangannya, setelah waktu berputar lama dalam pencariannya, akhirnya dia bertemu juga dengan pasangannya.


 

Sinopsis :

Menceritakan tentang kisah pencarian seorang pasangan yang hilang, dan digambarkan dengan spidol dan tutupnya sebagai pasangannya. Karena dipisahkan oleh tangan manusia, tutup spidol pun bingung mencari pasangannya yang hilang. Dia berjalan berputar dan berkeliling untuk mencari pasangannya. Dari rumah sampai ke luar rumah, ia kelilingi. Hari berganti hari dia mencari tak kunjung ketemu juga. Semakin bingung dia mencari, sering kali dia bertemu dengan benda sejenisnya, namun dia tetap setia dengan pasangannya yang hilang. Pencarianpun berlanjut sampai pada akhirnya dia menemukan kembali pasangannya yang hilang, yaitu spidol dan tutupnya.






.

Sejarah Ornamen

Sejarah Ornamen 

Penciptaan suatu karya seni pada umumnya senantiasa berkaitan dengan suatu tujuan tertentu. Tidak berbeda dengan karya seni ornamen yang penciptaannya selalu berhubungan dengan tujuan tertentu pula. Beberapa tujuan diciptakannya ornamen diuraikan sebagai berikut:

  1. Untuk menghias
    Bentuk-bentuk ornamen diciptakan hanya untuk menghias saja demi keindahan suatu bentuk (benda ) atau bangunan, dimana ornamen tersebut ditempatkan. Penerapannya biasanya pada alat-alat rumah tangga, arsitektur, pada pakaian (batik, bordir, tenun, dan lain-lain) pada alat transportasi dan sebagainya. Hal ini sesuai dengan pendapat Soepratno yang menyatakan bahwa:


    ”Ornamen dimaksudkan untuk menghias suatu bidang atau benda, sehingga benda tersebut menjadi indah seperti yang kita lihat pada hiasan kulit buku, piagam, kain batik, tempat bunga dan barang-barang lainnya.


  2. Untuk menyatakan suatu nilai secara simbolis.
    Karya ornamen yang diciptakan pada umumnya mempunyai tujuan untuk memperindah suatu benda saja, namun tidak sedikit ornamen yang diciptakan untuk menyatakan suatu nilai tertentu secara simbolis, menurut norma-norma tertentu (adat, kepercayaan, dan sistem sosial lainnya). Bentuk, motif dan pola ornamen penempatannya sangat ditentukan oleh norma-norma tersebut terutama norma kepercayaan yang harus ditaati, untuk menghindari timbulnya salah pengertian akan makna atau nilai simbolis yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu pengerjaan 
    suatu ornamen simbolis harus mengikuti aturan-aturan yang ditentukan. Contoh ornamen simbolis ini misalnya motif kala, motif pohon hayat sebagai lambang kehidupan, motif burung phonik sebagai lambang keabadian, motif padma, swastika, dan sebagainya. Hal ini sesuai dengan pendapat Sunaryo yang menyatakan bahwa: ”Fungsi simbolis ornamen pada umumnya dijumpai pada produk-produk benda upacara atau benda pusaka dan bersifat keagamaan atau kepercayaan, menyertai nilai estetisnya”.

Kecenderungan manusia untuk menghias atau membuat ornamen sudah ada sejak zaman prasejarah. Temuan keping-keping benda prasejarah berupa senjata-senjata, benda-benda tembikar, peti mati, dan lain sebagainya oleh para ahli Arkeologi cukup menjadi bukti akan hal ini. Pada umumnya ornamen pada benda-benda prasejarah yang berupa tembikar masih berupa motif-motif yang berbentuk sederhana dan biasanya geometris. 





Ornamen pada tembikar dengan cara ditoreh, dicukil, ditekan atau dicap dalam keadaan masih basah merupakan temuan benda prasejarah

Ada beberapa pola hias yang tersusun dari motif geometris yang ditemukan, yaitu meander, tumpal, swastika, dan pilin. Pola Hias Tumpal menggunakan bidang segitiga sama kaki yang diulang-ulang secara berderet. Pilin adalah suatu bentuk yang dibatasi oleh garis lengkung yang mengikal pada titik pusat. Pilin tersebut pada umumnya dibuat berganda, bersambungan bentuknya semacam huruf ‘S’.  Pola Hias Meander adalah berupa huruf ‘T’ yang disusun berderet dan berbalikan. Sedangkan pola hias swastika adalah bentuk yang menyerupai galaksi atau kumpulan bintang-bintang di cakrawala, sesuai dengan Sukarman yang menyatakan bahwa: “Bentuk swastika ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan galaxi atau kumpulan bintang-bintang di cakrawala yang merupakan dasar kekuatan perputaran alam ini”


Searah jarum jam: Pola hias tumpal, pilin, meander dan swastika