Saturday, July 26, 2014

Menggambar Model (Materi Seni Budaya SMP Kelas VIII Bab 1)


Materi pembelajaran seni budaya kelas VIII kurikulum 2013 pada bab I yaitu menggambar model. Dalam dunia seni rupa, ada beberapa jenis-jenis menggambar. Salah satunya adalah menggambar model dan menggambar bentuk. Dua jenis menggambar ini sebenarnya memiliki perbedaan dari segi objek gambarnya. Dulu istilah menggambar model adalah menggambar pada bidang datar dengan objek manusia sebagai modelnya. Sedangkan menggambar bentuk objeknya adalah benda selain manusia, seperti tumbuhan, binatang, dan alam benda lainnya (life still).

Namun pada kurikulum 2013 ini sepertinya terjadi perubahan istilah dan makna. Mengambar model objeknya tak lagi manusia saja, tetapi juga objek-objek yang lain seperti tumbuhan, binatang, dan alam benda (life still) juga termasuk dalam menggambar model. Jadi menggambar bentuk = menggambar model. Yang menjadi pertanyaan saya, kenapa pada kelas VII yang isi materinya sama dengan kelas VIII kok judul tema/bab istilahnya tidak disamakan menjadi menggambar model? Kenapa pada kelas VII temanya menggambar flora, fauna, dan alam benda ? Sedangkan kelas VIII menggambar model ? Padahal esensi materinya sama bahkan praktiknya juga sama.





Menggambar Model Manusia



Menggambar Model Binatang



Konsep Menggambar Model

Menggambar model merupakan kegiatan yang diawali dengan menentukan objek model yang akan digambar. Objek gambar model dapat berupa hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, dan kumpulan benda-benda yang disusun sesuai dengan komposisi, proporsi, keseimbangan, dan irama yang baik sehingga gambar memiliki satu kesatuan yang utuh. Kita akan mempelajari gambar model dengan objek alam benda yang biasa disebut dengan gambar bentuk, dilakukan dengan cara mengamati langsung objek gambar sehingg dapat diketahui struktur bentuk dan bidang gambarnya.

Objek gambar alam benda memiliki strukur bentuk dan bidang dasar yang berbeda-beda antara yangsatu dengan lainnya. Bentuk-bentuk tersebut antara lain seperti bola, kubus, bujur sangkar, kerucut, dan tabung. Struktur bidang gambar model (alam benda) dapat berupa bidang datar, melingkar, maupun mengerucut.

Struktur bentuk dan bidang tersebut memiliki kesan yang tidak sama apabila terkena sinar. Model alam benda yang terkena sinar akan menghasilkan bayangan dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda. Efek bayangan yang ditimbulkan dari pencahayaan memberikan kesan ruang pada model sehingga gambar tampak seperti gambar tiga dimensi.

Menggambar model (alam benda) menuntut ketepatan bentuk dan karakter objek yang akan digambar. Model gambar sebaiknya diletakkan sesuai dengan jarak pengamatan mata kita. Model diletakkan tidak terlalu jauh dari pandangan agar kita bisa mengamati detail dari setiap objek yang digambar. Dalam menggambar, dapat menggunakan bidang gambar berupa kertas atau kanvas. Alat dan bahan yang digunakan adalah pensil, charcoal (arang), pensil warna, krayon, cat air, cat akrilik, dan cat minyak.



Prinsip-Prinsip Menggambar Model :

  • Komposisi : merupakan cara kita mengatur dan menyusun objek gambar, warna objek gambar, jenis objek gambar, dan latar belakang gambar.
  • Proposi : merupakan perbandingan yang ideal dan harmonis antara bagian-bagian yang menjadi objek gambar
  • Keseimbangan : adalah keselarasan antara bidang gambar, objek gambar dan gambar yang dihasilkan.
  • Kesatuan : adalah keserasian dalam pengaturan objek gambar sehingga benda- benda yang di atur satu sama lain memiliki kesan ruang, kedalaman, dan antar objek gambar.

Media Menggambar Model

  • Pensil
  • Penghapus
  • Kertas
  • Pensil warna
  • Krayon
  • Cat air

Teknik Menggambar Model

  • Teknik linear
  • Blok
  • Arsir
  • Pointilis 
  • Dusel
  • Aquarel
  • Plakat
Prosedur Menggambar Model
  • Siapkan model yang akan digambar
  • Siapkan papan atau meja gambar
  • Aturlah sudut pandang kita, jangan terlalu jauh agar kita dapat mengamati model yang akan kita gambar dengan lebih jelas
  • Buatlah sketsa gambar model
  • Berilah batas gelap terangnya
  • Selesaikan gambar model dengan teknik-teknik menggamabar model


Cara-Cara Mempublikasikan Karya Gambar Model

  • Melngadakan pameran yang di gelar oleh siswa di sekolah
  • Menguplod hasil foto karya ke dalam internet, blog, dan media sosial

Sunday, July 20, 2014

BUKU SENI BUDAYA KELAS 11 SMA/SMK/MA KURIKULUM 2013


BUKU PEGANGAN GURU SENI BUDAYA KELAS 11 SMA/SMK/MA KURIKULUM 2013


Untuk mendownload/mengunduh silahkan klik link di bawah ini


_______________________________________________________________________________________________________



BUKU PEGANGAN SISWA SENI BUDAYA KELAS 11 SMA/SMK/MA KURIKULUM 2013 SEMESTER 1




Untuk mendownload/mengunduh silahkan klik link di bawah ini


_______________________________________________________________________________________________________



BUKU PEGANGAN SISWA SENI BUDAYA KELAS 11 SMA/SMK/MA KURIKULUM 2013 SEMESTER 2



Untuk mendownload/mengunduh silahkan klik link di bawah ini



Jangan lupa kunjungi juga 

 

BUKU SENI BUDAYA KELAS 10 SMA/SMK/MA KURIKULUM 2013


BUKU PEGANGAN GURU SENI BUDAYA KELAS 10 SMA/SMK/MA KURIKULUM 2013



Untuk mendownload/mengunduh silahkan klik link di bawah ini


_______________________________________________________________________________________________________



BUKU PEGANGAN SISWA SENI BUDAYA KELAS 10 SMA/SMK/MA KURIKULUM 2013




Untuk mendownload/mengunduh silahkan klik link di bawah ini



Jangan lupa kunjungi juga 

 

Sunday, July 13, 2014

Prosedur Membuat Anyaman Kertas Dari Bahan Koran Bekas


Dikarenakan banyak yang tertarik dan berminat untuk membuat anyam kertas dari bahan koran bekas ini, baik sebagai pembelajaran di sekolah (masuk dalam muatan kurikulum 2013 mata pelajaran prakarya kelas 7 sub keterampilan), maupun untuk berkarya seni secara individu. Anyaman kertas ini memiliki nilai fungsional, dan juga nilai estetis, serta bermanfaat sekali dalam usaha menjaga dan melestarikan lingkungan, karena bahan yang kita gunakan untuk membuat anyaman ini adalah bahan bekas yang mudah didaur ulang. Juga hanya memerlukan biaya yang murah meriah untuk membuatnya.

Langsung saja, berikut ini akan saya uraikan bahan, alat, dan prosedur pembuatan anyam kertas dari bahan koran bekas.

Bahan yang Dibutuhkan :
  • Koran bekas
  • Lem kertas (Glukol, Takol, dll)
  • Lem kayu (Warna putih, ada yang Merk Rajawali, Fox, dll)
  • Cat Kayu, cat acrylyc (Kalau ingin warnanya mengkilap pakai cat kayu, kalau ingin warnanya ngedoff gunakan cat acrylic/sejenis cat tembok)

 
Alat yang Dibutuhkan :
  • Gunting
  • Cutter/silet
  • Lidi
  • Kuas
  • Gelas Aqua/wadah (Untuk mencairkan lem kayu)
Prosedur Pembuatan :
  1. Satu halaman/1 lembar koran dipotong secara tegak menjadi 4 bagian seperti pada gambar. Cara memotongnya lipat koran menjadi 2, kemudian lipat lagi menjadi 2, kemudian potong menggunakan cutter/silet yang tajam hingga menjadi bentuk seperti pada gambar.
         

  2. Setelah koran terpotong menjadi 4 bagian, langkah berikutnya adalah menggulungnya. Untuk menggulung kertas bisa menggunakan alat bantu lidi, bisa juga tanpa menggunakan lidi. Tergantung selera masing-masing, yang terpenting adalah bisa menghasilkan gulungan setipis mungkin dan sepanjang mungkin. Cara menggulung kertas dimulai dari bagian ujung kertas (posisi miring). Mulailah membuat lipatan/gulungan sekecil mungkin dari ujung kertas, gulung terus perlahan-lahan, sampai kertas habis, kemudian rekatkan ujung terakhirnya dengan lem. Buatlah gulungan sejumlah yang diperlukan. Untuk membuat keranjang kecil minimal membutuhkan 25-30 gulungan.
           



  3. Setelah gulungan jadi, langkah selanjutnya adalah proses menganyam. Prosedur menganyam untuk benda yang memiliki bentuk dasar silinder langkah pertama yaitu menyusun 4 gulungan di atas, 4 gulungan di bawah. Kalau menggunakan kertas, 3 gulungan saja sudah cukup. 3 di atas 3 di bawah.
         

    Kemudian ambil satu gulungan masukkan ujungnya sedikit lewat belakang, kemudian putar sesuai arah pada gambar di bawah.
         

    Ulangi proses memutar diatas, sampai 2x sebagai pengikat awal dalam menganyam.



    Selanjutnya bentangkanlah semua gulungan yang telah diikat tadi menjadi seperti bintang. Lalu gulungan yang 1 buah tadi tinggal disisip-sisipkan, keluar-masuk atau atas-bawah secara bergantian.
  4.  


    Lakukanlah proses sisip-menyisip sampai membentuk alas benda sesuai lebar yang kita inginkan. Kalau gulungan habis, tinggal disambung dengan gulungan kertas yang baru, caranya dengan memasukkan ujung gulungan yang baru ke ujung gulungan yang telah habis. Bisa juga dengan diberikan lem.
         

    Setelah alas benda yang akan kita buat sudah cukup lebarnya, kemudian lipat semua gulungan yang bercabang-cabang tadi ke atas. Boleh tegak, agak miring, atau melengkung sesuai bentuk benda yang kita inginkan. Kemudian lanjutkan langkah menganyam hingga selesai. Untuk membentuk benda yang kita inginkan kuncinya ada pada gulungan yang bercabang/tiang-tiangnya itu tinggal kita lengkungkan saja menjadi bentuk yang kita inginkan, kemudaian juga pada saat menganyam kita juga harus mengikuti pola bentuknya, kalau terlalu ditarik/rapat maka akan menjadi bentuk yang lebih sempit, dan jika pada saat menganyam tidak terlalu rapat/dilonggarkan, maka bentuknya juga akan lebih lebar.

       
  5. Jika anyaman sudah selesai dan terikat dengan baik, selanjutnya adalah proses penguatan dengan cara diberi lem kayu supaya lebih keras, kaku, dan tahan lama.
    Ambil gelas Aqua, atau wadah yang lain, kemudian tuangkanlah lem kayu ke dalam wadah tadi dan tambahkan air secukupnya, aduk hingga lem bisa encer dengan air. Lalu oleskan dengan menggunakan kuas ke seluruh bagian anyaman yang sudah kita buat tadi. Setelah itu keringkan.
        
     
  6. Setelah proses penguatan selesai, langkah selanjutnya adalah proses pewarnaan. Untuk mewarnai bisa menggunakan cat besi, kayu, acrylic, dan lainnya. Jika ingin warna yang mengkilap, maka gunakanlah cat kayu/besi. Jika ingin hasilnya ngedoff maka gunakanlah cat acrylic.
       


    Galeri foto siswa-siswi pada saat praktik ada di sini >> http://sen1budaya.blogspot.com/2014/01/membuat-anyaman-dari-kertas-koran-bekas.html

    Semoga Bermanfaat

BUKU GURU PRAKARYA KELAS 8 SMP KURIKULUM 2013


BUKU PEGANGAN GURU PRAKARYA KELAS 8 SMP KURIKULUM 2013


Untuk mendowload/mengunduh silahkan klik link di bawah ini.
LINK DOWNLOAD


_______________________________________________________________________________________________________


 BUKU PEGANGAN SISWA PRAKARYA KELAS 8 SMP KURIKULUM 2013 SEMESTER 1


Untuk mendowload/mengunduh silahkan klik link di bawah ini.
LINK DOWNLOAD


Jangan lupa kunjungi juga 

 

BUKU SENI BUDAYA KELAS 8 SMP KURIKULUM 2013


BUKU PEGANGAN GURU SENI BUDAYA KELAS 8 SMP KURIKULUM 2013



Untuk mendownload/mengunduh silahkan klik link di bawah ini

_______________________________________________________________________________________________________


Sunday, May 4, 2014

Apa itu "Aransemen Musik" ?





Aransemen adalah suatu teknik mengubah lagu tanpa mengubah inti dari lagu itu. Misalkan lagu “Jika Kami Bersama” yang aslinya cepat, dibuat lambat, tapi kita masih mengenalinya sebagai “Jika Kami Bersama”, bukan ?

Aransemen juga bisa saja penambahan lirik dan pengurangan lirik. Contohnya adalah “Too Sweet To Forget” dari Slank, padahal judul Indonesianya artinya adalah “Terlalu manis”. Tetapi kayak apa sih Aransemen lagu itu?






1) Pengubahan Ritme / Ritem Lagu

 


Apa itu ritme ? Adalah pola yang saya maksudkan dari ritme ini, yang paling gampang dari teknik ini adalah pengubahan lagu Pop ke Dangdut, anda pasti mengerti yang saya maksudkan sekarang, misalkan lagu “Suara” dari Hijau Daun didangdutin, sebenarnya meskipun hanya sederhana sebenarnya kita sudah mengaransemen lagu itu.

Yang lebih susah lagi dari ini, dari lagu “Rock” ke “Jazz”, wuh… sangat susah sekali.
 

2)Penambahan Nada




Salah satu cara yang cukup mudah, ya itu menambah – nambah sendiri nadanya, misalkan diantara 2 nada, tak ada nada “F” atau semacamnya, bisa ditambahkan. Ini juga bisa disebut sebagai Improvisasi.

Aransemen = Improvisasi


3)Penambahan Lirik



4)Overtune / Lowertune



Menaikkan tinggi dan rendahnya nada, misalkan dari Do = C, ke Do = D, atau ke Do = B, cara ini yang paling mantap, dan kadang – kadang saya pake juga, kalau di lagu yang mengalami Overtune atau sebaliknya.


5)Perubahan tempo



Biasanya untuk musik yang agak sedikit berbau teknologi / OST film – film aksi, seperti OST Mission Impossible, dll.







Pertama adalah intro. Awal lagu. Tujuan dari intro adalah untuk memberikan pendengar ide tentang seperti apa lagu itu istilahnya karakter dari lagu tersebut.

Kedua adalah pengait. Maksud Pengait disini adalah saat didengar intro dari lagu bisa menggambarkan ow.. ini yang nyanyi si pink atau ow ini lagunya ada queen... dari awal lagu saja orang sudah tahu jenis lagu dan ini improvisasi dari penyanyinya...

Dun.Dun.Duh.dun-duh-dun-duh-di-duh, dan Dun.dun-ti-duh.dun.dun.dun.duh.dunt.


istilahnya antar bait cocok dah.

Ketiga ayat tersebut. Kebanyakan lagu dengan vokal memiliki minimal satu ayat, namun tidak ada aturan yang harus dipatuhi. Ayat ini di mana sebagian besar gabungan lagu mulai cob5a didengarkan bernyanyi berlangsung.

Keempat adalah Chorus tersebut. Sekarang paduan suara adalah bagian dari lagu yang akan diulang setelah setiap ayat, tapi tidak semua lagu memiliki paduan suara. Dalam kasus lain gigitan debu, yaitu paduan suara. musik Pop memiliki penekanan yang lebih besar pada nada suara karena yang cenderung lebih enak didengarkan dan cenderung santai. Musik pop bisa memudahkan seseorang untuk mempelajari suatu aransemen

Kelima adalah Jembatan. Jembatan adalah bagian dari sebuah lagu yang bagian lain yang terpisah dari lagu tersebut. Seringkali pengulangan intro, dan / atau kail, atau variasi di atasnya.

Keenam adalah solo.ini adalah di mana instrumen salah satu genre musik (Pop digabung dengan rock) tetapi gaya rocknya lebih mendominasi pada suatu karya aransemen musik. Sering menggunakan variasi, semakin lama semakin kompleks pada intro dan hook.

Ketujuh adalah pengelompokan. Maksud pengelompokkan disini adalah dengarkan lagu favorit anda dan pikirkan dari lagu tersebut genre musik mana aja yang cocok atau sesuai dengan keinginan kita untuk mengaransemen suatu musik. ciri khas suatu pengaransemen musik terlihat dari langkah yang ini sehingga fokuslah untuk memilih musik atau fokus untuk melakukannya.

Kedelapan adalah hasil akhir dari semua yang disebutkan di atas. Di mana Anda sudah menghasilkan suatu karya aransemen musik yang membutuhkan waktu tidak sedikit istilahnya ini loh aransemen musik kita.

Terakhir adalah fade out. Akhir sebenarnya lagu. Ini bisa menjadi inti sebenarnya dari suatu lagu aransemen. Sebuah lirik yang kuat dari lagu diulang sampai memudar. Sepotong instrumental, dan sering hanya bermain sampai hook fades.




1. KENALI JENIS LAGUNYA

Kenapa kita harus mengenal jenis lagunya dulu? karena ada pepatah mengatakan "tak kenal maka tak sayang"nah lho! ini berguna untuk kita agar bisa merasakan ketukan dari alunan nadanya, dll. Proses ini penting karena akan berhubungan dengan, mau dijadikan jenis musik apa lagu kamu tersebut,apakah rock,pop,dangdut dan yang lainnya.


2. REFERENSI MUSIK

Referensi bisa di lakukan dr lagu orang lain yg sudah ada dipadukan dengan kreatifitas dan taste yang kamu-kamu miliki. Namun demikian saya meganjurkan sebaiknya jangan mengambil referensi dari lagu yang lagi hits saat itu, karena akan membuat efek seragam pada musik kita. Jika itu terpaksa dilakukan, usahakan hanya pada genre nya saja tp jangan mengambil sampel pola/pattern nadanya.

Idealnya sih sebaiknya aransemen anda juga mengambil referensi dari musik luar negeri walaupun sedikit, untuk memperkaya musik anda. Akan tetapi berhati2 dengan sistem plagiat, karena jika kita meniru sama persis maka lagu yang kita arrangesemen akan di cap sebagai plagiarism.


3. LYRIC

lirik perlu mendapat perhatiin khusus. Dalam beberapa kasus, saya pernah mengganti lirik lagu karena setelah di aransemen, merasa tema liriknya akan lebih bagus jika di ubah. Kualitas penulisan lirik jg harus diperhatikan, jangan sampai melenceng jauh dari tema2 yang sudah kita pikirkan.


4. TEKNIK PENGULANGAN (REPEATING)

Perlu diperhatikan juga teknik pengulangan bait2 maupun nada2nya, apakah akan menimbulkan kebosanan pendengar atau tidak. Jika setelah ditimbang2 kurang bagus, variasikan sedikit nadanya ataupun liriknya.


5. MASUKAN ORANG LAIN

Definisi orang2 disekitar versi saya sendiri: temen, pacar, sodara yang sering ketemu, tetangga. Biasanya orang2 yang tdk mengerti musik dan hanya sebagai pendengar saja lebih bagus jika diminta pendapatnya, karena mereka biasanya lebih mementingkan enak tidaknya lagu tersebut, bukan dari sisi kerumitan sebuah lagu.

Satu hal yang perlu dipahami, jangan terpaku dengan pemikiran dan pendengaran kita sendiri. Karena sejatinya kita menciptakan lagu untuk dedengar orang lain, bukan untuk diri kita.


6. COMBINATION THEORY (KOMBINASI TEORI)

Jika sedang dalam project membuat album, buatlah kombinasi antara lagu yang bertempo lambat, sedang dan cepat.

Saya melihat lagu bernuansa melow baik itu pop, maupun dari aliran rock, kebanyakan disukai. Tapi jangan terpaku untuk membuat seperti itu semua. jadikan lagu2 melow sebagai lagu hits pilihan kedua setelah lagu2 yg bertempo cepat dalam sebuah album


Element lain yang mendukung adalah :

-REFF

Memvariasikan reffrain sebaiknya dilakukan dibagian akhir lagu. Hal ini karena pada bagian reff ini biasanya bagian yg mudah diingat oleh pendengar. jika antara reff pertama dan kedua ada perbedaan nada yang terlalu mencolok, maka terdengar lagu tersebut tidak memiliki inti.

-KEBERSAMAAN

Jika kamu adalah sebuah band, ada baiknya mendiskusikan aransemen lagu bersama seluruh anggota. jangan hanya kamu sendiri atau beberapa orang saja, karena hanya akan membuat yg lain merasa tidak terwakili dalam lagu terebut.

Walaupun lagu tersebut milik kamu, usahakan agar kamu tidak memonopoli dalam masalah aransemen, hal tersebut akan membuat yg lain merasa memiliki lagu tersebut, sehingga mereka akan mengerahkan segala kemampuannya untuk lagu tersebut. hal ini penting agar tidak menimbulkan sifat 'masa bodo' dr rekan2 yang lain.

-ALIRAN MUSIK

Para personel dengan background musik yg berbeda-beda akan memperkaya musik yang dibawakan. Beruntung jika band kamu seperti itu. asalkan memiliki visi yg sama.

-Yess, LET'S GO!!

Setelah lagu kamu selesai di aransemen, dengarkan ulang lagu/aransemen tersebut. Tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa bagian yg bisa di kulik lagi sehingga menghasilkan aransemen yg lebih keren dan enak di dengar.



DP




Monday, March 17, 2014

PERMAINAN JELUNGAN


Apa itu Jelungan ???? Permainan jelungan ini mungkin saja baru pertama kali anda dengarkan, atau mungkin anda pernah mendengar tetapi tidak tahu bagaimana bentuk dan cara permainannya. Dan jugan mungkin masih banyak juga diantara kita yang tahu tentang permainan jelungan ini. Bagaimanapun jugan permainan jelungan ini harus tetap kita lestarikan, karena jelungan merupakan salah satu permainan tradisional Indonesia yang juga pada jaman dahulu dipergunakan oleh para Wali untuk media dakwah penyebaran agama Islam lewat permainan jelungan ini. 

Monday, February 3, 2014

PANDUAN PELAKSANAAN FLS2N 2014

Salam Budaya,
 
PANDUAN PELAKSANAAN
FESTIVAL DAN LOMBA SENI SISWA NASIONAL (FLS2N)
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
TAHUN 2014

Thursday, January 30, 2014

Membuat Anyaman Dari Kertas Koran Bekas


Barang bekas yang sudah tidak berguna pun bisa disulap menjadi karya seni yang unik dan estetis. Salah satunya koran bekas yang sudah tidak terpakai, daripada menjadi tumpukan sampah yang mengotori dan tidak berguna alangkah baiknya kalau kita bisa mengolah dan memanfaatkannya sehingga memiliki nilai guna kembali. Pada pembelajaran seni budaya kelas VII kali ini tepatnya pada kompetensi dasar membuat karya seni kriya dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat, siswa-siswi SMP Negeri 1 Sidayu berkreasi membuat karya seni kriya anyam dari bahan koran bekas.
 
Untuk cara pembuatannya ada di sini >> http://sen1budaya.blogspot.com/2014/07/anyaman-kertas-dari-bahan-koran-bekas.html

    
Antusiasme siswa dalam membuat kriya anyam

















Hasil jadi karya seni kriya anyam dari bahan kertas koran bekas