Wednesday, August 28, 2013

TENUN SONGKET


SEJARAH TENUN
            Asal mula penemuan teknik tenun diilhami oleh sarang laba-laba. Sejak saat itu penguasa Mesir di tahun 2500 SM memerintahkan rakyatnya untuk membuat bentuk yang serupa untuk membuat busana para bangsawan pada saat itu.



DESAIN TEKSTIL


TEKSTIL
adalah sebuah hasil karya buatan manusia yang berfungsi sebagai alat untuk melindungi tubuh dari udara panas dan dingin, kebutuhan dari sikap kesusilaan, dan sebagai wujud/ bagian dari gaya hidup sebagai manusia modern.


Tekstil terbuat dari lembaran kain yang terbentuk dari anyaman benang lungsi dan pakan. Digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam kebutuhan sandang dan sejenisnya.


DESAIN TEKSTIL

Desain tekstil adalah `rancangan motif dan corak baik struktur kain maupun permukaan kain dengn teknik titik,garis,bidang warna.

Proses merencana motif atau pola pada kain dengan memperhatikan fungsi,komposisi warna, bentuk, taawal/pra desain tata letak,harga dan bisa di produksi banyak,sambungan ,langkah dan pengulangan motif.juga dipikirkan keinginan pasar serta bisa laku dijual.


Desain

Artinya membuat pola-pola; proses merencana suatu karya seni yang terpakai dengan meningdahkan fungsi,komposisi warna,tata letak,bentuk,harga memenuhi keinginan pasar dan bisa dijual.

Tahap-Tahap desain:

  1. Desain awal/pra desain
    Rancangan awal desain, biasanya hanya brupa beberapa skets dengan beberapa alternative motif dan warna yang akan dipilih.
  2. Desain pengembangan/developing desain
    Sesudah ada yang terpilih dari pra desain maka angsung diproses lenngkap menjadi desain utuh dengan beberapa alternative lain untuk dipilih.
  3. Desain akhir
    Sesudah ada yang dipilih dari developing desain maka ditambah atau dikurangi sesuai dengan keinginan konsumen lalu dibuatkan color way-nya serta model sehingga menjadi satu port folio.

Unsur desain tekstil

Beberapa unsur yang harus diperhatikan di dalam membuat desain tekstil antara lain:

  1. Ide
  2. Motif
  3. Warna
  4. Teknik
  5. Ukuran
  6. Step dan repeat
  7. Joint
  8. Colour window
  9. Drapping model
  10. Presentasi

Jenis desain tekstil:

  1. Desain flora
  2. Desain fauna
  3. Desain geometris
  4. Desain abstrak
  5. Desain tradisional/etnik
  6. Desain polkadot
  7. Desain paisley
  8. Desain black and white
  9. Desain strip/garis
  10. Desain check/kotak

Perkembangan teknologi finishing tekstil dalam memberikan nilai pada permukaan kain yaitu painting, batik, cap, print.

Penggunaan alat produksi kain/motif dengan beragam jenis mesin:

  • Mesin otomatis
  • Mesin semi otomatis
  • Mesin computer
  • Era digital


Sejarah Tekstil


Di masa lalu nenek moyang kita yang sudah mulai mengenal dan berfikir untuk menutupi sebagian dari auratnya berusaha menutupinya dengan daun-daunan atau kulit kayu dll, kemudian mereka berfikir dan mencari akal untuk menganyam serat alam yang terbuat dari sejenis tumbuhan menjadi sebuah benang, dan akhirnya ditenun menjadi kain.

Maka diciptakan selembar kain sebagai alat untuk melindungi badan dari cuaca dan keadaan alam. Sejalan dengan ditemukannya ATBM yaitu alat tenun bukan mesin, maka dapat dibuatlah kain dengan cara yang sederhana.

Secara garis besarnya desain tekstil terbagi menjadi 2 bentuk. Yaitu:

1. Desain struktural

Adalah sebuah cara membuat desain pada kain yang dilakukan perubahan pada struktur kain itu sendri. Contoh antara lain adalah: tapestry, pembuatan seni serat yang diberlakukan hiasan struktur benangnya.

Yang dimaksud desain struktural yaitu bentuknya menyatu dengan struktur tenunan kainnya. Desain tersebut diperoleh dengan merubah variasi konstruksi tenunan, merubah variasi susunan bentuk maupun warna benang yang ditenun.

Celup ikat pada serat /benang di daerah NTT khususnya di Manggarai, watublapi dan Ende.dan juga berkembang di Timor Timur, Sumba,Waingapu dll.



Sekilas Tentang Batik Tuban

Sejarah Batik Tulis Tradisonal Tuban
Tuban sebagai salah satu wilayah di bagian Timur dari pulau jawa, memiliki satu corak kebudayaan yang unik, mengapa? Karena dalam sejarah wilayah ini telah masuk 3 tata nilai kebudayaan yang saling mempengaruhi, dan sampai sekarang kebudayaan ini masih tetap eksis dan sama-sama berkembang, tanpa membuat salah satu kebudayaan ini tersingkir. Ketiga kebudayaan tersebut adalah :
  1. Jawa, yang meresap saat wilayah ini dalam kekuasaan jaman Majapahit (abad XII-XIV)
  2. Islam, karena diwilayah ini hidup seorang ulama yang ternama yaitu Sunan Bonang (1465-  1525 M)
  3. Tiongkok(cina), karena di Tubanlah para sisa lascar tentara kubalai khan melarikan diri dari kekalahannya pada saat menyerang Jawa di awal abad XII, hingga kini masyarakat keturunan ini banyak bermukim di Tuban.

Proses interaksi ketiga kebudayaan ini berlangsung sekian lamanya hingga sekarang dan sangat mempengaruhi pola kehidupan masyarakat Tuban sampai kini.

Motif Batik Tulis Tradisional Tuban, apabila di cermati, terlihat betapa motif-motif tersebut sangat dipengaruhi nilai-nilai budaya jawa, islam, dan tiongkok. Gambar-gambar burung pada motif batik tulis Tuban jelas terlihat pengaruh dari budaya tiongkok, karena gambar burung yang dimotifkan pada batik tulis tersebut Nampak adalah burung”Hong”yang jelas tidak terdapat di wilayah Tuban.

Sedang pada motif bunga jelas terlihat adalah motif-motif tradisional yang sejak lama dibuat dihampir seluruh wilayah pulau Jawa. Sedangkan pengaruh islam pada motif batik tulis Tuban terlihat pada motif dengan nama yang religious seperti kijing miring.

Dahulu batik tulis ini hanya digunakan untuk upacara-upacara tradisional masyarakat Tuban seperti sedekah bumi, pernikahan, pemakaman.

Pada perkembangan jaman, sekarang ini penggunaan batik tulis Tuban tidak hanya untuk upacara-upacara adat, namun telah meluas pada penggunaannya seperti ; taplak meja, sarung bantal, dekorasi, hiasan dinding, model baju modist baik untuk pria dan wanita.

Dari hal-hal tersebut diatas jelaslah bahwa batik tulis tradisional Tuban yang memiliki ciri khas yang unik sangat perlu untuk dilestarikan keberadaannya apalagi potensi pengembangannya sangat prospektif.
Macam-macam motif batik Tuban yaitu : 

1. Batik Gedog Tuban

Kata Gedog  yang menjadi trade mark sebenarnya berasal dari bunyi dog dog dog dog dari bunyi kain tenun untuk membuat kain yang digunakan kai, pembatikan di Tuban vertikal dan merupakan satu kesatuan (integrated). Maksudnya, bahan kain yang digunakan untuk membatik dipintal langsung dari kapas. Jadi gulungan kapas dipintal menjadi benang, lalu ditenun, dan setelah jadi selembar kain lalu dibatik.

Batik Gedog  pada awalnya merupakan kegiatan ibu desa yang menunggu suaminya pulang dari bercocok, sembari mengisi waktu ibu –ibu didaerah Kecamatan Kerek melakukan kegiatan membatik.

Berkembangnya Tuban sebagai pusat perdagangan Nusantara di Zaman Majapahit menjadikan Batik Gedog mengalami metamorfosis dalam hal Motif, karena ada sentuhan Budaya lain khususnya Cina. Motif batik Gedog  natural karena motif di pengaruhi alam sekitar, maka motif yang muncul seperti: Kijing Miring, Kembang Waluh, Uler keket, Rengganis, Blaraan, Manggaran, Uker, Liren, Panjiori, Ririnan, Kelopo Segantet,Remekan, Manuk Jalak, Irengan, Supit, Dudo Brenggola, kenongo uleren, ganggeng Motif  panji krentil, panji serong dan panji konang. panji krentil, panji serong, dan panji konang,  dahulu kala konon hanya dipakai pangeran. Batik motif panji krentil berwarna nila justru diyakini bisa menyembuhkan penyakit. Berkembangnya Tuban sebagai  kota perdagangan yang kosmopolit waktu itu, Batik Gedog juga menjadi komoditas ekonomi yang mengiurkan, maka motif berkembang menjadi beragam,unsur Cina pun masuk dalam motif seperti burung Hong  serta warna batik Gedog  tidak hanya gelap semata tapi juga berkembang warna warna cerah, seperti merah Khas Cina.

Layaknya Batik pesisiran lainnya batik Gedog dalam soal warna dan motif tidak terpengaruh dengan pakem layaknya batik Jawa Tengahan yang wawarna sogan, indigo, hitam dan putih, dan motif di pengaruhi oleh budaya hindhu-Budha, yang bersifat simbolis,ragam hias batik Tuban Ragam hias batik Jawa Timur bersifat naturalis dan juga di pengaruhi budaya asing.

Pusat batik Gedog Tuban berada di  Kecamatan Kerek merupakan pusat pembuatan kain tenun. Konon, di tahun k 2000-an, jumlah perajin tenun mencapai 1.500-an orang, tersebar di desa-desa. Saat itu, kapas yang dibutuhkan 1.500 pembatik se-Kecamatan Kerek sekitar satu ton per bulan. Setiap 1,5 kilogram kapas jika ditenun menghasilkan selembar batik berukuran 2,5 meter dengan lebar 85 sentimeter.Namun pada perkembangannya, perajin di desa-desa se-Kecamatan Kerek, seperti Kedungrejo, Margorejo, Jarorejo, Karanglo, Margomulyo, Temayang, Wolutengah dan Gaji, jumlahnya makin menyusut. Ditaksir perajin yang tersisa hanya sekitar 1000 orang. Jumlah itupun termasuk perajin baru yang tersebar di desa Bongkol dan Semanding Merakurak,Salah satu ciri batik gedog dari Tuban adalah serat benangnya yang kasar .Batik Tulis Gedog, biasanya perajin membuat tiga variasi ukuran kain tenun selain ukuran baku tersebut. "Kalau seser berukuran panjang dua meter, taplak panjangnya satu meter, sedangkan putihan sepanjang tiga meter," katanya.Selain panjang kain yang beragam, setiap kain juga mempunyai kerapatan tenunan yang berlainan. Struktur tenunan yang merangkai kain itu akan menentukan bentuk perlakuan yang akan diterima oleh kain selanjutnya. Misalnya kain seser, yang mempunyai kerapatan rendah. Jalinan benang penyusun kain tersusun jarang-jarang sehingga terdapat celah antarbenang yang berbentuk kotak-kotak. Akibatnya, kain seser ini tidak dapat diberi motif batik seperti yang saat ini sedang dikembangkan oleh para perajin.

"Kalau mau dibatik, mending buat tenun putihan saja yang tenunannya rapat dan kainnya lemas. Batik Gedog  Tuban merupakan Batik yang masih eksis sampai sekarang di banding batik  Jawa Timuran lainya, seperti Sidoarjo karena hilang nya kader batik yang potensial.

Proses Pembuatan Batik Tulis Tradisional Tuban


Batik Gedog Tulis Tradisonal (kain katun):
  • Kain katun
  • Diputihkan, dicuci
  • Dijemur sampai kering
  • Dilengkreng/dipola
  • Isen-isen
  • Ditembok
  • Dicelup dengan warna dasar
  • Diangin-anginkan hingga kering
  • Isen-isen
  • Celup warna yang dikehendaki
  • Diangin-anginkan
  • Dilorot, untuk memisahkan malam
  • Diangin-anginkan hingga kering

    Proses Batik Gedog Tulis Tradisional pada kain katun memerlukan waktu 3-4 hari kerja, dan apabila musim hujan, bisa memakan waktu lebih lama lagi.

Batik Gedog Tulis Tradisonal (kain tenun):



  • Benang Lawe, sebagai bahan baku  
  • Diangin-anginkan
  • Dilorot, untuk memisahkan malam
  • Diangin-anginkan hingga kering
  • Benang direbus untuk menghilangkan lemak
  • Dijemur sampai kering
  • Dikanji dengan tepung jagung/tepung kanji
  • Disikat dengan sabut kelapa
  • Di dihani, untuk menentukan panjang dan lebar kain
  • Memasukkan benang dalam sisir ; dimasukkan dalam teropong, digulung dipalet/pemaletan
  • Ditenun
  • Kain Lawon
  • Diputihkan, dicuci
  • Dijemur sampai kering
  • Dilengkreng/dipola
  • Isen-isen
  • Ditembok
  • Dicelup, dengan warna dasar
  • Diangin-anginkan hingga kering
  • Isen-isen
  • Celup warna yang dikehendaki

    Proses Batik Gedog Tulis Tradisional pada kain tenun memerlukan waktu 14-18 hari kerja, dan apabila musim hujan, bisa memakan waktu lebih lama lagi.

    Motif Batik Gedog

BATIK NUSANTARA

Batik Merupakan warisan budaya Bangsa Indonesia, hampir tiap daerah di Indonesia menghasilkan Batik yang menghasilkan berbagai macam corak serta motif yang berbeda-beda. Secara garis besar Batik Indonesia di kelompokan 2 macam Madzab yaitu : batik vorstenlanden dan batik pesisir. Yang disebut batik vorstenlanden menurut buku Ungkapan Sehelai Batik karya Rahmaniar Soerianata Djoemena adalah batik dari daerah Solo dan Yogyakarta.

Yang dinamakan batik pesisir adalah semua batik yang pembuatannya dikerjakan di luar daerah Solo dan Yogyakarta . Pembagian asal batik dalam dua kelompok ini terutama berdasarkan sifat ragam hias dan warnanya.
Batik Solo dan Yogyakarta merupakan Batik Pakem dalam motifnya mengandung berbagai macam makna Filosofis yang berlandaskan makrokosmos dan mikrokosmos, misanya motif :
  1. Parang Rusak
    Adalah salah satu motif sakral yang hanya digunakan di lingkungan kraton. Motif ini juga bisa mengidentifikasi asal kraton pemakainya, apakah dari kraton Solo atau Yogya.

Saturday, August 24, 2013

SENI RUPA ZAMAN PRASEJARAH DAN HINDU DI INDONESIA


Perkembangan seni rupa tradisional Indonesia sudah dimulai sejak zaman prasejarah. Meskipun tidak ada orang yang tahu secara pasti kapan dimulainya zaman prasejarah. Periodesasi zaman prasejarah di Indonesia di bagi menjadi beberapa periode di antaranya : zaman batu dan zaman logam. Kedua zaman prasejarah ini, sama-sama memiliki karya seni rupa ( tradisional ) hal itu dapat di buktikan dengan adanya peninggalan-peninggalan yg berupa karya seni rupa yg bersipat tradisional seperti kapak genggam, gelang, kalung, tembikar bahkan ada lukisan.

PENGERTIAN SENI ADALAH KEINDAHAN DAN SENI ADALAH EKSPRESI

A. SENI ADALAH KEINDAHAN
Secara umum banyak orang yang mengemukakan pengertian seni sebagaikeindahan. Pengertian seni adalah produk manusia yang mengandung nilai keindahanbukan pengertian yang keliru, namun tidak sepenuhnya benar. Jika menelusuri arti senimelalui sejarahnya, baik di Barat (baca: sejak Yunani Purba) maupun di Indonesia, nilaikeindahan menjadi satu kriteria yang utama. Sebelum memasuki tentang pengertian seni,ada baiknya dibicarakan lebih dahulu tentang: apakah keindahan itu. 
 

PERANAN GURU DALAM PROSES PENDIDIKAN SENI RUPA DI SEKOLAH

PERANAN GURU SENI RUPA
Guru memegang peranan penting dalam pendidikan seni. Setiap guru seni perlu memahami kepemimpinan bagaimana dan tanggungjawab apa yang dituntut para siswa serta bimbingan mana yang dapat memberi inspirasi kepada mereka; apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dia lakukan. Di ruangan kelas, setiap saat guru senantiasa diperlukan siswanya.

PENDEKATAN BERBASIS DISIPLIN ILMU DAN PENDEKATAN KOMPETENSI DALAM PENDIDIKAN SENI RUPA

A.    Pendekatan Berbasis Disiplin Ilmu dalam Pendidikan Seni Rupa
Pendekatan seni rupa berbasis disiplin ilmu (dicipline based art education, disingkat DBAE) berintikan pemikiran bahwa seni telah hadir dalam kehidupan bukan hanya sebagai kegiatan penciptaan , tetapi juga sebagai cabang pengetahuan yang menjadi bahan kajian filosofis maupun ilmiah dan berhak dipelajari di lembaga pendidikan. Seni adalah disiplin ilmu yang khas dengan karakter yang dimilikinya, mendapat dukungan kelompok ilmuwan, dikembangkan melalui penelitian.




PENGERTIAN SENI RUPA MENURUT PARA AHLI

Seni Rupa adalah salah satu cabang kesenian, seni rupa merupakan ungkapan gagasan dan perasaan manusia yang diwujudkan melalui pengolahan median dan penataan elemen serta prinsip-prinsip desain.
Seni rupa merupakan realisasi imajinasi yang tanpa batas dan tidak ada batasan dalam berkarya seni. Sehingga dalam berkarya seni tidak akan kehabisan ide dan imajinasi. Dalam seni rupa murni, karya yang tercipta merupakan bentuk dua dimensi dan tiga dimensi. Sehingga objek yang dibuat merupakan hasil dari satu atau lebih dari satu media yang ada (sebagai catatan bahwa media atau bahan seni di dunia juga tidak terbatas).

SENI SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN

Pernahakah kita menyaksikan anak-anak (di bawah usia 10 tahun)yang sedang bermain bersama temannya atau bermain sendirian? Betapa asyiknya anak-anak bermain ‘rumah-rumahan’, bermain ‘mobil-mobilan’ dan beraneka ragam permainan yang disukainya. Mereka bermain sambil berbicara, berpura-pura seperti orang dewasa. Mereka menirukan gerak-gerik dan perilaku orang tuanya dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari. Benda-benda yang tidak terpakai lagi seperti kotak korek api, kotak sabun, dan berbagai peralatan sederhana yang mudah dijumpainya di rumah, dijadikannya ‘teman bermain’. Benda-benda mati itu dianggapnya sebagai benda yang hidup, dan bisa diajak bicara. Betapa anak dalam dunianya itu penuh imajinasi dan fantasi.