Saturday, May 11, 2013

Kesenian Wayang Golek



Asal-usul


Asal mula wayang golek tidak diketahui secara jelas karena tidak ada keterangan lengkap, baik tertulis maupun lisan. Kehadiran wayang golek tidak dapat dipisahkan dari wayang kulit karena wayang golek merupakan perkembangan dari wayang kulit. Namun demikian, Salmun (1986) menyebutkan bahwa pada tahun 1583 Masehi Sunan Kudus membuat wayang dari kayu yang kemudian disebut wayang golek yang dapat dipentaskan pada siang hari. Sejalan dengan itu Ismunandar (1988) menyebutkan bahwa pada awal abad ke-16 Sunan Kudus membuat bangun 'wayang purwo' sejumlah 70 buah dengan cerita Menak yang diiringi gamelan Salendro. Pertunjukkannya dilakukan pada siang hari. Wayang ini tidak memerlukan kelir. Bentuknya menyerupai boneka yang terbuat dari kayu (bukan dari kulit sebagaimana halnya wayang kulit). Jadi, seperti golek. Oleh karena itu, disebut sebagai wayang golek.







Pada mulanya yang dilakonkan dalam wayang golek adalah ceritera panji dan wayangnya disebut wayang golek menak. Konon, wayang golek ini baru ada sejak masa Panembahan Ratu (cicit Sunan Gunung Jati (1540-1650)). Di sana (di daerah Cirebon) disebut sebagai wayang golek papak atau wayang cepak karena bentuk kepalanya datar. Pada zaman Pangeran Girilaya (1650-1662) wayang cepak dilengkapi dengan cerita yang diambil dari babad dan sejarah tanah Jawa. Lakon-lakon yang dibawakan waktu itu berkisar pada penyebaran agama Islam. Selanjutnya, wayang golek dengan lakon Ramayana dan Mahabarata (wayang golek purwa) yang lahir pada 1840 (Somantri, 1988). Kelahiran wayang golek diprakarsai oleh Dalem Karang Anyar (Wiranata Koesoemah III) pada masa akhir jabatannya. Waktu itu Dalem memerintahkan Ki Darman (penyungging wayang kulit asal Tegal) yang tinggal di Cibiru, Ujung Berung, untuk membuat wayang dari kayu. Bentuk wayang yang dibuatnya semula berbentuk gepeng dan berpola pada wayang kulit. Namun, pada perkembangan selanjutnya, atas anjuran Dalem, Ki Darman membuat wayang golek yang membulat tidak jauh berbeda dengan wayang golek sekarang. Di daerah Priangan sendiri dikenal pada awal abad ke-19. Perkenalan masyarakat Sunda dengan wayang golek dimungkinkan sejak dibukanya jalan raya Daendels yang menghubungkan daerah pantai dengan Priangan yang bergunung-gunung. Semula wayang golek di Priangan menggunakan bahasa Jawa. Namun, setelah orang Sunda pandai mendalang, maka bahasa yang digunakan adalah bahasa Sunda.

Jenis-jenis Wayang Golek

Ada tiga jenis wayang golek, yaitu: wayang golek cepak, wayang golek purwa, dan wayang golek modern. Wayang golek papak (cepak) terkenal di Cirebon dengan ceritera babad dan legenda serta menggunakan bahasa Cirebon. Wayang golek purwa adalah wayang golek khusus membawakan cerita Mahabharata dan Ramayana dengan pengantar bahasa Sunda sebagai. Sedangkan, wayang golek modern seperti wayang purwa (ceritanya tentang Mahabarata dan Ramayana, tetapi dalam pementasannya menggunakan listrik untuk membuat trik-trik. Pembuatan trik-trik tersebut untuk menyesuaikan pertunjukan wayang golek dengan kehidupan modern. Wayang golek modern dirintis oleh R.U. Partasuanda dan dikembangkan oleh Asep Sunandar tahun 1970--1980.


Wayang Golek Cepak 

Wayang golek cepak adalah salah satu jenis kesenian tradisional yang ada di Indramayu dan Cirebon. Golek artinya boneka sedangkan kata cepak diambil dari bentuk kepala (mahkota) wayang yang papak (rata). Karena bentuk inilah jenis kesenian ini dinamakan wayang golek cepak. Konon wayang ini diciptakan oleh Sunan Gunung Djati sebagai media dakwah.










Berbeda dengan wayang kulit purwa, dalam wayang golek cepak tidak dikenal tokoh seperti Arjuna atau Shinta. Tokoh-tokoh yang ada dalam wayang golek cepak adalah subjek yang ada dalam babad atau sejarah. Maka dikenallah Nyi Mas Gandasari, Wiralodra, Ki Tinggjl, Kuwu Sangkan, Bagal Buntung, dan lain-lain. Dengan demikian, wayang ini sesungguhnya teater sejarah, panggung pendidikan. Dengan kata lain, ia sebuah diorama yang bergerak. Selain grup "Sekar Harum" pimpinan dalang Ki Ahmadi, ada juga grup dan dalang kesenian wayang golek lainnya. Mereka adalah Dalang Warsyad dengan gmp "Jaka Baru" dari Gadingan Sliyeg dan dalang Ki Tayut dari Desa Juntinyuat dengan nama grupnya "Sri Budi". Ki Tayut boleh dikatakan dalang senior untuk wayang golek cepak. Ia kemudian mewariskan ilmu dan perangkat keseniannya kepada anak dan cucunya, antara lain Taram, Asmara, dan Tarjaya.Setali tiga uang, nasib grup kesenian dan dalangnya sama; dalam titik nadir.




Wayang Golek Purwa


Wayang purwa sendiri biasanya menggunakan ceritera Ramayana dan Mahabarata, sedangkan jika sudah merambah ke ceritera Panji biasanya disajikan dengan wayang Gedhog. Wayang kulit purwa sendiri terdiri dari beberapa gaya atau gagrak, ada gagrak Kasunanan, Mangkunegaran, Ngayogjakarta, Banyumasan, Jawatimuran, Kedu, Cirebon, dan sebagainnya. Wayang kulit purwa terbuat dari bahan kulit kerbau, yang ditatah, diberi warna sesuai dengan kaidah pulasan wayang pedalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri dari tuding dan gapit.













Pembuatan Wayang Golek




Wayang golek terbuat dari albasiah atau lame. Cara pembuatannya adalah dengan meraut dan mengukirnya, hingga menyerupai bentuk yang diinginkan. Untuk mewarnai dan menggambar mata, alis, bibir dan motif di kepala wayang, digunakan cat duko. Cat ini menjadikan wayang tampak lebih cerah. Pewarnaan wayang merupakan bagian penting karena dapat menghasilkan berbagai karakter tokoh. Adapun warna dasar yang biasa digunakan dalam wayang ada empat yaitu: merah, putih, prada, dan hitam.  




Nilai Budaya 

Wayang golek sebagai suatu kesenian tidak hanya mengandung nilai estetika semata, tetapi meliputi keseluruhan nilai-nilai yang terdapat dalam masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai itu disosialisasikan oleh para seniman dan seniwati pedalangan yang mengemban kode etik pedalangan. Kode etik pedalangan tersebut dinamakan "Sapta Sila Kehormatan Seniman Seniwati Pedalangan Jawa Barat". Rumusan kode etik pedalangan tersebut merupakan hasil musyawarah para seniman seniwati pedalangan pada tanggal 28 Februari 1964 di Bandung. Isinya antara lain sebagai berikut: Satu: Seniman dan seniwati pedalangan adalah seniman sejati sebab itu harus menjaga nilainya. Dua: Mendidik masyarakat. Itulah sebabnya diwajibkan memberi contoh, baik dalam bentuk ucapan maupun tingkah laku. Tiga: Juru penerang. Karena itu diwajibkan menyampaikan pesan-pesan atau membantu pemerintah serta menyebarkan segala cita-cita negara bangsanya kepada masyarakat. Empat: Sosial Indonesia. Sebab itu diwajibkan mengukuhi jiwa gotong-royong dalam segala masalah. Lima: Susilawan. Diwajibkan menjaga etika di lingkungan masyarakat. Enam: Mempunyai kepribadian sendiri, maka diwajibkan menjaga kepribadian sendiri dan bangsa. Tujuh: Setiawan. Maka diwajibkan tunduk dan taat, serta menghormati hukum Republik Indonesia, demikian pula terhadap adat-istiadat bangsa.

DP

Daftar Suku-suku Di Indonesia

Berikut ini kurang lebih ada 787 suku di Indonesia :






Suku
Abui, Barue
Abun, Karon Pantai
Aceh
Adang
Adonara
Aghu
Aikwakai, Sikaritai
Airoran, Adora
Aiso, Kais
Aji
Alas
Alorese
Alune, Sapalewa
Amahei
Amanab
Amarasi
Ambai
Ambelau
Amber, Waigeo
Amberbaken, Dekwambre
Ambonese
Americans, U.S.
Ampanang
Anakalangu
Andio, Masama
Aneuk Jamee
Ansus
Anus
Arab, generic
Aralle-Tabulahan
Arandai, Jaban
Arguni
As
Asienara, Buruwai
Asilulu
Asmat, Casuarina Coast
Asmat, Central
Asmat, Northern
Asmat, Yaosakor
Auye
Awbono
Awera
Awyi, Awye
Awyu, Jair
Awyu, Nohon
Awyu, South
Ayamaru, Brat
Babar, North
Babar, Southeast
Baburiwa, Barua
Badui
Baduy
Bagusa
Baham, Patimuni
Bahau
Bahonsuai
Bajau
Bakumpai
Balaesan
Balantak
Baliaga, Highland Bali
Balinese
Bambam, Pitu Ulunna Salu
Banda, Eli-Elat
Banggai
Bangka
Banjar
Bantik
Bapu
Barakai, Workai
Barapasi
Baras
Basap, Bulungan
Baso
Batak Angkola
Batak Dairi
Batak Karo
Batak Pakpak
Batak Simalungun, Batta
Batak, Silindung
Batak, Toba
Bati
Batu, Nias
Batui
Bauri, Bauzi
Bawean
Bayono
Bedoanas
Behoa, Bada
Beketan, Bakatan
Belagar, Tereweng
Belide
Belitung
Bengkulu
Bengoi, Isal
Bentong
Berau
Berik
Besemah
Betaf
Betawi
Biak, Numfor
Biga
Biksi
Bilba
Bintauna
Biritai
Boano
Bobongko
Bobot, Atiahu
Bolango
Bolano
Bolongan
Bonefa, Nisa
Bonerate
Bonerif
Bonfia, Masiwang
Bonggo, Armopa
Borai
British
Budong-Budong, Tangkou
Bugis
Bukar Sadong, Tebakang
Bukat
Bukit
Bulango, Bulanga-Uki
Buli
Bunak, Mare
Bungku
Buol
Burate
Buru, Boeroe
Burusu
Busami
Busoa
Campalagian
Cia-Cia, South Butonese
Citak Asmat, Cicak
Citak, Tamnin
Dabe
Dai
Dakka
Damal, Amung
Damar, East
Damar, West
Dampelas
Dani, Lower Grand Valley
Dani, Mid Grand Valley
Dani, Upper Grand Valley
Dani, Western
Dao
Davelor, Dawera-Daweloor
Daya
Dayak, Dohoi Ot Danum
Dayak, Kaninjal
Dayak, Kendayan
Dayak, Lawangan
Dayak, Maanyak, Ma'anyan
Dayak, Malayic
Dayak, Ngaju, Biadju
Dayak, Pasir
Dayak, Taman
Dayak, Tawoyan
Dayak, Tidung
Dayak, Tunjung
Deaf
Dela-Oenale
Dem
Demisa
Demta
Dengka
Diuwe
Dobel, Kobroor
Dondo
Dou, Edopi
Duano
Dubu
Duri
Duriankere
Dusan, Kwijau
Dusun Deyah
Dusun Malang
Dusun Witu
Dutch
Duvele, Duvre
Eipomek
Ekagi, Ekari
Elpaputi
Embaloh, Mbaloh
Emplawas
Emumu, Emem
Ende, Endehnese
Engganese
Enim
Enrekang, Maiwa
Erokwanas
Fayu
Filipino, Tagalog
Fordat, Fordate
French
Fuau
Galela, Halmahera
Gamkonora
Gane
Gayo
Gebe, Umera
German
Geser-Gorom
Gilika
Goliath, Oranje-Gebergte
Gorap
Gorontalo
Gresi
Hahutan, Iliun
Hamap
Han Chinese, Cantonese
Han Chinese, Hakka
Han Chinese, Mandarin
Han Chinese, Min Dong
Han Chinese, Min Nan
Haruku
Hatam, Tinam
Helong
Hindi
Hitu
Horuru
Huaulu
Hupla
Iban
Ibu
Iha, Kapaur
Ile Ape
Iliwaki, Talur
Imroing
Inanwatan, Suabo
Indonesian
Irahutu, Irutu
Iresim
Iria
Isirawa, Saberi
Itik, Borto
Jahalatane, Atamanu
Jambi
Japanese
Java Banten
Java Banyumasan
Java Mancanegari
Java Negarigung
Java Osing, Banyuwangi
Java Pesisir Kulon
Java Pesisir Lor
Java Serang
Javanese
Jew, Indonesian
Jofotek-Bromnya
Kabola, Pintumbang
Kaburi
Kadai
Kafoa
Kaibubu
Kaidipang
Kaili Ledo
Kaili Unde
Kaili Unde, Daa
Kaimbulawa
Kaiwai, Adi
Kalabra
Kalao
Kaledupa
Kalumpang, Makki
Kamaru
Kamberataro, Dera
Kamoro, Kamora
Kamtuk, Kemtuk
Kangean
Kanum
Kanum, Smarky
Kanum, Sota
Kapauri
Kaptiau
Karas
Karon Dori, Meon
Kau, Kao
Kaugat, Atohwaim
Kaur
Kaure
Kauwerawec
Kawe
Kayan, Busang
Kayan, Kayan River
Kayan, Mahakam
Kayan, Mendalam
Kayan, Wahau
Kaygir, Kayagar
Kayu Agung
Kayupulau
Kedang
Keder
Kehu
Kei, Tanimbarese
Kelabit
Kelong, Panggar
Kemak
Kemberano
Kenyah, Bahau River
Kenyah, Kayan River
Kenyah, Kelinyau
Kenyah, Mahakam
Kenyah, Upper Baram
Kenyah, Wahau
Keo
Kepoq
Kerei, Karey
Kerinci
Ketum
Kikim
Kimaghima
Kioko
Kirira, Kirikiri
Kluet
Koba
Kodeoha
Kodi
Kofei
Kohin
Kokoda, Samalek
Kola
Kolana-Wersin, Alorese
Kombai
Komering
Komfana
Komodo
Komyandaret
Konda
Koneraw
Konjo Coastal
Konjo Pegunungan
Korapun, Kimyal
Korapun-Sela
Koroni
Korowai
Kosare, Kosadle
Kota Bangun Kutai
Kotogut
Kubu, Orang Darat
Kui, Kui-Kramang
Kulawi, Moma
Kulisusu
Kumberaha
Kupang
Kupel, Ketengban
Kur
Kurima
Kurudu
Kutai
Kwansu
Kware
Kwerba, Airmati
Kwerisa, Taogwe
Kwesten
Kwinsu
Laha, Central Ambonese
Laiyola, Barang-Barang
Lamaholot, Solorese
Lamalera
Lamatuka
Lamboya
Lamma
Lampung Abung
Lampung Pesisir
Lampung Pubian
Lampung Sungkai
Lampung Way Kanan
Land Dayak
Land Dayak, Bekati
Land Dayak, Benyadu
Land Dayak, Biatah
Land Dayak, Djongkang
Land Dayak, Kembayan
Land Dayak, Lara
Land Dayak, Ribun
Land Dayak, Sanggau
Land Dayak, Semandang
Larike-Wakasihu
Lasalimu
Latu
Laudje
Laura
Leboni, Rampi
Legenyem
Lematang
Lembak
Lembata, West
Lemolang
Lepki
Leti
Levuka
Lewo Eleng
Li'o, Lionese
Liabuku
Liana
Liki
Linduan
Lintang
Lisabata-Nuniali
Lisela
Lola, Warabal
Lolak
Lole
Loloan-Malay Bali
Loloda, North
Loloda, South, Laba
Lom, Maporese
Lonchong, Orang Laut
Lorang
Loun
Luang, Letri Lgona
Lubu
Luhu, Kelang
Lundayeh, Lun Bawang
Luwu
Ma'ya, Salawati
Maba, Bitjoli
Maden, Sapran
Madole
Madura
Mairasi, Faranyao
Mairiri
Maiwa
Makassar
Makian Barat
Makian Timur
Maklew
Malay
Malay, Bacanese
Malay, Banda
Malay, Ketapang
Malay, Larantuka, Ende
Malay, North Moluccan
Malay, Papuan
Malay, Pontianak
Malay, Riau
Malay, Sambas
Malay, Sumatera Utara
Malimpung
Mamak, Talang
Mamasa, Mamasa Toraja
Mamasa, Southern, Pattae'
Mamboru
Mamuju
Mandailing
Mandar
Mander, Foya
Mandobo Atas
Mandobo Bawah
Manem, Jeti
Manggarai
Mangole
Manikion, Mantion
Manipa, Soow Huhelia
Manusela, Wahai
Marau
Marengge
Marind, Bian
Marind, Southeast Marind
Masela, Central
Masela, East
Masela, West
Masimasi
Massep
Matbat
Mawes
Mbojo
Meax, Mejah
Mekwei, Menggwei
Menadonese
Meninggo, Moskona
Mentawaian, Siberut
Meoswar
Mer
Minangkabau, Padang
Modang
Moi, Mosana
Molof
Mombum
Momina
Mongondow
Moni, Jonggunu
Mor
Moraid
Morari, Moraori
Mori Atas, West
Mori Bawah, East
Mori, South, Padoe
Moronene, Maronene
Morop, Iwur
Morwap
Mualang
Muko-Muko
Muna
Munggui
Murkim
Murut, Okolod
Murut, Selungai
Murut, Sembakung
Murut, Tagal, North Borneo Murut
Musi
Muyu, North
Muyu, South
Nabi
Nafri
Nage
Nakai
Naltya, Nalca
Napu
Narau
Nasal
Ndaonese
Ndom
Nduga, Dawa
Nedebang
Ngada
Ngada, Eastern
Ngalik, South
Ngalum, Sibil
Nggem
Niassan, Nias
Nila
Nimboran
Ninggerum, Kativa
Nipsan
Nobuk
Nuaulu, North
Nuaulu, South
Nusa Laut
Obokuitai
Ogan
Oirata
Onin, Sepa
Ormu
Pago, Pagu
Paku
Palembang
Palue
Pamona, Poso Toraja
Panasuan, To Pamosean
Pancana
Pannei
Papasena
Papuma
Pasemah
Patani-Maba
Paulohi
Pauwi, Yoke
Pegagan
Pekal
Pendau, Umalasa
Penesak
Penghulu
Penihing, Aoheng
Perai
Pisa, Awyu
Podena
Pom
Ponasakan
Punan Aput
Punan Bungan, Hovongan
Punan Keriau, Kereho-Uheng
Punan Merah
Punan Merap
Punan Tubu
Puragi
Putoh
Pyu
Rahambuu
Rajong
Rambang
Ranau
Rasawa
Ratahan, Bentenan
Rawas
Rejang
Rembong
Retta
Riantana
Ringgou
Riung
Roma
Ron
Rongga
Rongkong
Rotinese, Tii
Sa'ban, Saban
Sabu, Havunese
Sahu, Sau
Sajau Basap
Salas, Liambata
Saleman, Hatue
Saluan, Coastal
Saluan, Kahimamahon
Samarkena, Tamaja
Sangir, Great Sangir
Sangir, Siau
Sangir, Tagulandang
Saparua
Sara
Sarudu
Sasak
Sasawa
Sauri
Sause
Sawai
Saweru
Sawila
Sawuy
Seberuang
Sedoa, Tawaelia
Segai
Seget
Seit-Kaitetu
Sekar
Seko Padang, Wono
Seko Tengah, Pewanean
Selaru
Selayar, Salajarese
Seluwasan
Semendo
Semimi, Etna Bay
Sempan
Senggi
Sentani, Buyaka
Serawai
Serili
Serua
Serui-Laut
Siagha-Yenimu, Oser
Siang
Sikhule, Lekon
Sikkanese
Simeulue
Simeulue Barat
Sindang Kelingi
Singkil
So'a
Sobei, Biga
Somahai, Sumohai
Sowanda, Wanja
Straits Chinese, Peranakan
Sukubatong, Kimki
Sula
Sumba
Sumbawa
Sunda
Suwawa
Tabaru
Tae', Toraja
Taikat
Taje, Petapa
Tajio, Kasimbar
Talaud
Taliabo-Mangei
Talondo
Taluki
Tamagario, Buru
Tamiang
Tamilouw, Sepa
Tanahmerah, Sumeri
Tangko
Tanglapui
Taori-Kei, Kaiy
Taori-So, Doutai
Tarangan, East
Tarangan, West
Tarpia
Tarunggare, Turunggare
Taurap, Burmeso
Tause
Tausug, Joloano Sulu
Taworta, Dabra
Te'un
Tefaro
Tehit, Tahit
Tela-Masbuar
Teluti, Silen
Tengger
Teor
Tepera, Tanahmerah
Tereweng
Termanu, Rotti
Ternate
Tetum
Tewa, Lebang
Tidore
Timorese, Atoni
Toala, East Toraja
Tobada, Bada
Tobelo
Tofamna
Tokuni
Tolaki, Asera
Tolaki, Konawe
Tolaki, Laiwui
Tolaki, Mekongga
Tolaki, Wiwirano
Toli-Toli
Tomadino
Tombelala
Tombulu Menadonese
Tomini
Tondanou, Tolour
Tonsawang
Tonsea
Topoiyo
Toraja-Sa'dan, South Toraja
Tountemboan
Towei
Trimuris
Tugun
Tugutil, Teluk Lili
Tulehu, Northeast Ambonese
Tumawo, Sko
Turks
Turu, Urundi
Tutunohan, Aputai
Ujir
Ulumanda
Uma, Pipikoro
Umalung
Uria, Warpu
Uruangnirin
Usku
Vanimo, Manimo
Vitou
Wabo, Woriasi
Wae Rana
Waioli, Wajoli
Wakatobi
Wakde
Walak, Lower Pyramid
Wambon
Wanam, Yale
Wandamen, Bentoeni
Wanggom
Wano
Wanukaka
Warembori
Wares
Waris
Warkay-Bipim
Waropen, Wonti
Waru
Watubela, Wesi
Watulai, Batuley
Wauyai
Wawonii
Wemale, North
Wemale, South
Weretai, Wari
Wewewa
Wodani
Woi
Woisika, Kamang
Wokam, Wamar
Wolio
Wotu
Wutung, Sangke
Yafi, Jafi Wagarindem
Yahadian, Nerigo
Yair
Yali, Angguruk
Yali, Ninia
Yaly, Pass Valley
Yamdena, Jamden
Yamna
Yaqay, Sohur
Yarsun
Yaur
Yava, Yapanani
Yei
Yelmek, Jab
Yeretuar
Yetfa
Yotafa, Tobati
Yotowawa, Kisar





DP

Sunday, April 7, 2013

Seni Ukir Cangkang Telur



Kulit atau cangkang telur ayam biasanya hanya menjadi sampah. Namun, di tangan orang yang kreatif dan ulet, cangkang telur ternyata bisa dijadikan karya seni yang menghasilkan rupiah.

Berikut beberapa contoh hasil karya seni ukir kulit atau cangkang telur.








 
 DP

Karya Seni Dari Daun Kering (HERBARIUM)


Jika biasanya daun kering di sekitar kita sering dianggap sebagai sampah yang hanya bisa dibakar dan dibuang, ternyata daun kering bisa dimanfaatkan dan berubah menjadi salah satu karya seni bernilai ekonomis.

Kerajinan tangan dari daun kering pasti gampang-gampang susah, yang penting niatnya ingin belajar. Indonesia merupakan negara tropis yang terkenal akan kekayaan alamnya. Aneka ragam hayati tumbuh di negara yang dilintasi garis khatulistiwa ini. Tak terhitung jumlah pepohonan dengan aneka ragam bentuk dan warna daunnya. Dari mulai daun saga, daun pisang, hingga daun talas yang berukuran besar.

Kerajinan tangan dari daun sebaiknya memilih daun yang berjatuhan di tanah, mulai dari yang berwarna kuning sampai cokelat yang benar-benar kering dan ukuran daun bisa disesuaikan dengan produk yang akan di buat. Daun yang masih berwarna hijau juga bisa digunakan, hanya memakan waktu lebih lama ketika perebusan (dikarenakan di dalamnya masih banyak tersimpan zat hijau daun).

Proses pembuatan :

Proses pembuatannya sederhana.  “Jaman dulu hanya ditaruh di dalam buku, gitu, Itu naman herbarium,” paparnya.  Sekarang proses pembuatannya sudah lebih dikembangkan.  Tidak hanya sekadar disimpan di antara tumpukan kertas.  Perendaman bisa membuat hasil lebih artistik.  Semakin busuk semakin mahal harganya.  Karena tinggal tulang-tulangnya saja.  Dijual perlembar seharga Rp 3500 – 4000.  1 minggu sudah jadi. Butuh sabar dan telaten.  Kalau tidak, daun bisa hancur. Setelah daging daun hilang, kemudian dimasukkan diantara kertas koran. Setelah kering diseterika satu persatu. Tidak boleh dijemur.  Sebab hasilnya bisa keriting.Semua daun bisa digunakan untuk membuat karya seni ini. Asalkan yang berbatang kayu. Sedangkan tanaman berbatang basah tetap bisa.  Namun tidak ekonomis.  Karena kandungan airnya terlalu banyak. Sehingga mudah berjamur. alangkah lebih baik lagi jika mengambil daun yang sudah kering.  Kalau kebanyakan ngambil daun yang masih hijau bisa merusak lingkungan.


Daun kering supaya tetap berwarna cokelat direndam dengan asam sitrat.  Atau cittrun zuur yang sering digunakan sebagai salah satu bahan pembuat kue. Untuk mempertahankan warna hijau, dibutuhkan ramuan lain.  Gunakan garam dan soda kue. Konsentrasi asam sitrat : 1 liter air : 1 sendok makan asam sitrat.  Daun sebanyak 1 tas kresek.
Berbagai jenis produk yang dihasilkan diantaranya yaitu: kotak daun dalam berbagai macam kebutuhan. Contohnya : kotak hias, kotak perhiasan, kotak sampah, kotak kaset, vcd, kotak tisu, make up.  Berbagai macam cindera mata dan perlengkapan untuk perkawinan, ulang tahun, seminar dan rapat. Guci berlapis daun, tata daun dalam pigura atau lukisan daun, serta berbagai bentuk kap lampu duduk dan dinding.

Jenis Tanaman yang biasa digunakan adalah :

  1. Daun kupu-kupu
  2. Daun Nangka
  3. Daun jambu biji
  4. Rumput tekian
  5. Rumput jagoan


Contoh kerajinan dari daun kering:





 

 








Selain kerajinan yang di atas, ada juga karya seni dari daun kering yang seperti ini:


Seni gambar pada daun kering




















 Seni ukir pada daun kering














Saturday, April 6, 2013

Manfaat Membuat Karya Seni untuk Kesehatan Otak





Apa Anda termasuk seseorang yang menikmati karya seni, atau senang menghasilkan karya seni Anda sendiri? Membuat karya seni tak hanya bisa meningkatkan kreativitas sebagai seniman, namun juga sangat berguna untuk otak Anda.

1. Meningkatkan kemampuan kognitif dan ingatan



Berdasarkan penelitian, sekitar 70 persen pasien Alzheimer dan demensia yang mengikuti kelas seni menunjukkan peningkatan dalam hal kognitif dan ingatan.


2. Mengurangi stres dan depresi




Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa fokus pada hal yang Anda sukai seperti melukis dan menghasilkan karya seni bisa meningkatkan produksi endorfin dan mengurangi stres. Membuat karya seni menghilangkan rasa cemas dan khawatir dalam otak Anda. Tak hanya itu, tekanan darah juga akan menurun.


3. Fokus pada masa kini





Membuat karya seni berarti Anda mencurahkan semua pikiran Anda pada hal tersebut. Ini membuat Anda tak lagi sering melamun yan sia-sia dan malah membuat otak Anda penuh dengan hal-hal tak penting. Membuat karya seni membuat pikiran Anda fokus dan semakin produktif.


4. Merangsang imajinasi




Anda menganggap diri Anda adalah orang yang selalu praktis dan tipe otak kiri? Anda bisa mengubahnya sekarang. Membuat karya seni akan membangunkan otak sebelah kanan Anda dan meningkatkan kreativitas serta imajinasi. Ini tak hanya akan berpengaruh pada karya seni Anda, tetapi juga cara Anda melihat dunia.



5. Meningkatkan rasa percaya diri

 



Ketika melihat hasil karya seni buatan Anda sendiri, pasti Anda akan merasa bangga. Ini menunjukkan pencapaian sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.


6. Tingkatkan kemampuan mata




Seberapa sering Anda mengamati dan berhasil menemukan perubahan di sekitar lingkungan Anda? Leonardo da Vinci mengatakan bahwa melukis akan meningkatkan kemampuan mata seseorang untuk membedakan 10 hal, gelap, terang, tubuh dan warna, bentuk, lokasi, jarak dekat dan jauh, serta benda bergerak dan diam. Menghasilkan karya seni akan membuat Anda semakin memperhatikan detail dan lebih perhatian pada lingkungan.


7. Penyelesaian masalah



Tak ada jawaban yang tepat dalam karya seni. Untuk itu, membuat karya seni akan meningkatkan sisi kreatif Anda. Ujungnya, Anda akan mudah menemukan penyelesaian dan jalan keluar yang out of the box. Sekali menggunakan otak dengan kreatif, Anda akan kaget dengan pemikiran Anda saat menghadapi dan menyelesaikan masalah.