Saturday, April 6, 2013

Kreasi Unik dari Styrofoam Bekas

Styrofoam yang memiliki nama lain Polystyrene memang mempunyai 2 sisi yaitu positif dan negatifnya. Tetapi, Styrofoam yang terutama dipakai sebagai kemasan makanan atau minuman yang memang terlihat praktis dan rapi ini merupakan produk dari minyak bumi yang memang hanya diperbolehkan sekali pakai dan sebaiknya dihindari. Bayangkan saja betapa banyaknya tumpukan styrofoam yang akan muncul apalagi jika kita membuangnya di sembarang tempat. Limbah styrofoam yang tak dapat diurai oleh alam merupakan masalah besar bagi lingkungan. Sebab jika dibakar asap hitamnya menjadi polusi udara, tapi kalau dibuang bisa menjadi penyebab banjir. Mengingat benda putih bersih ini tak dapat terurai dengan cepat atau membutuhkan waktu hampir ratusan tahun. Memang ada beberapa perusahaan di luar negeri yang bisa mendaur ulang styrofoam menjadi barang yang dapat dipakai kembali, tetapi di Indonesia, styrofoam yang didaur ulang kembali menjadi styrofoam kembali.

Kali ini, saya akan sharing bagaimana memanfaatkan kembali styrofoam bekas sehingga memiliki manfaat dan nilai tambah. Semoga dapat menjadi referensi yang berguna bagi kita.

1. Pengeras Suara (Speaker) Laptop dari Stryofoam Bekas 



Video tutorial cara pembuatannya.


Cara pembuatan selengkapanya bisa diunduh di sini




2. Pengeras Suara (Speaker) Smartphone dari Styrofoam



Mungkin bagi sebagian orang, suara yang keluar dari speaker smartphone dianggap kurang “nendang” terlebih saat memutar musik. Jikalau volumenya dikeraskan, suara yang keluar akan cenderung pecah sedangkan kalau volumenya dikecilkan suaranya akan terdengar lirih di telinga.
Seseorang bisa saja membeli speaker portabel yang bagus, namun hal itu berarti kita harus mengeluarkan uang.

Dengan menggunakan gelas stryofoam sebagai pengeras suara, maka akan dihasilkan sebagai berikut :

Level Desibel: 73
Perubahan Desibel: +13
Kualitas Suara: Bagus. Suara yang dihasilkan paling keras dan baik, mudah dibawa-bawa, bahkan ada yang menganggap kualitas suaranya setara dengan pengeras suara (usb powered) yang dijual di toko-toko elektronik.


3. Dekorasi Lampu dari Styrofoam Bekas















4. Souvenir Gelas Unik dari Styrofoam Bekas













Berikut ini video tutorialnya







5. Dekorasi Rumah dari Styrofoam Bekas




6. Styrogami, Kerajinan dari Styrofoam






7. Vas Bunga dari Styrofoam Bekas





















Berikut ini video tutorialnya






8. Media Printing dari Styrofoam Bekas







9. Lampu Hias dari Gelas Styrofoam Bekas












10. Beauty Dish (Camera Flash Diffuser) dari Styrofoam Bekas

















Daftar Pustaka

Friday, March 8, 2013

PANDUAN PELAKSANAAN FLS2N SMP 2013


PANDUAN PELAKSANAAN
FESTIVAL DAN LOMBA SENI SISWA NASIONAL (FLS2N)
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
TAHUN 2013



KISI-KISI SOAL UTS GENAP SENI BUDAYA SMP KELAS 7

Monday, March 4, 2013

SOAL REMIDI SENI BUDAYA UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP SMP KELAS VII

Saturday, March 2, 2013

Berbagai macam settingan di kamera DSLR



Ada berbagai macam pilihan settingan yang ada di kamera kita. Paling dasar, tentu saja ada segitiga exposure. berikut ini macam-macam settingan di kamera DSLR.

Metering Modes

Kamera mampu melihat hal yang sedang kita bidik, menghitung jumlah/ukuran daerah gelap dan terang, lalu memperhitungkan segitiga exposure yang kira-kira pas. Perhitungan ini dilakukan dengan mencatat perbandingan jumlah/ukuran daerah yang gelap/terang, lalu membandingkan dengan database kombinasi perbandingan gelap/terang dan exposure yang bersesuaian.

Nah, metering mode ini digunakan untuk menentukan bagian mana dari frame yang diperhitungkan. Istilah yang digunakan berbeda-beda, saya tuliskan dengan istilah yang saya kenal. Istilah di kamera Anda mungkin berbeda, tapi prinsipnya sama :)


Matrix/multi-segment/evaluative

Di mode ini, seluruh frame akan diperhitungkan. Mode ini berguna jika kita ingin memastikan bahwa tidak ada highlight yang overexposed, atau shadow yang underexposed, di seluruh frame. Dengan kata lain: jika kita ingin exposure yang tepat di seluruh frame. Berguna jika seluruh isi frame foto penting, misalnya di foto landscape.


Center-weighted

Di mode ini, bagian tengah frame diberi tingkat kepentingan yang lebih tinggi dibanding bagian pinggir. Mode ini digunakan untuk memastikan bahwa objek di tengah frame mempunyai exposure yang tepat, dan kita rela mengorbankan sedikit over/under exposure di pinggiran frame.









Spot


Hanya sebagian kecil dari frame saja yang diperhitungkan, biasanya berupa lingkaran kecil di tengah. Berguna untuk memastikan bahwa auto exposure disesuaikan untuk bagian/obyek tertentu saja; belum tentu obyek yang di tengah, karena bisa digunakan berbarengan dengan AE Lock lalu recompose.


Misalnya, untuk menciptakan siluet, maka kita gunakan spot metering, arahkan bagian tengah frame ke sumber cahaya (misalnya matahari), AE Lock sehingga kamera menggunakan exposure yang tepat untuk menampilkan matahari dengan baik, lalu kita recompose (bidik ulang sehingga komposisi sesuai dengan keinginan, misalnya matahari di sudut) sambil masih AE Lock, baru kita jepret.


Mode lain

Di antara matrix yang menggunakan seluruh frame, dan spot yang hanya menggunakan bagian tengah saja, mungkin saja terdapat berbagai macam mode metering yang lain. Center-weighted (dijelaskan di atas) adalah salah satu di antaranya: seluruh frame digunakan, namun dengan prioritas lebih tinggi terhadap obyek di tengah. Kombinasi lain mungkin saja tersedia, tergantung kameranya. Partial metering, misalnya, hanya menggunakan bagian tengah frame, namun dengan ukuran yang lebih luas daripada spot.


Autofocus (AF) Points

Kamera mempunyai banyak titik/sensor autofocus. Kita bisa menentukan titik mana (saja) yang digunakan.


Wide/multiple

Di mode ini, kamera akan menggunakan semua AF point yang ada. Kamera juga akan menentukan secara otomatis titik mana saja yang akhirnya akan difokuskan. Saya juga kurang begitu mengerti, keputusan ini berdasarkan apa. Karena itu, saya jarang menggunakan mode ini. Seringkali, kamera tidak terfokus di hal/titik yang saya inginkan, terutama jika ada foreground di depan obyek.


Mode ini berguna jika Anda perlu memotret tanpa melihat viewfinder (candid, misalnya). AF point yang banyak akan memperbesar kemungkinan obyek jatuh di salah satu dari AF point tersebut; kemungkinan ini akan sangat kecil jika kamera hanya menggunakan satu AF point seperti di mode lain.


Flexible
Di mode ini, kita hanya menggunakan satu AF point, dan kita bisa menentukan AF point mana yang akan digunakan. Berguna karena kita bisa memastikan kamera memfokuskan diri pada obyek yang kita inginkan. Ada satu hal yang perlu diingat jika menggunakan mode ini: pastikan Anda mengenali AF point yang mana yang cross-type dan mana yang bukan. Kamera entry level seringkali hanya mempunyai satu cross-type AF point: di tengah. Singkatnya, cross-type AF lebih akurat :)


Focusing mode

Istilahnya berbeda-beda, tapi biasanya hanya ada tiga focusing mode:


Single shot


Jika kita menekan tombol shutter setengah jalan (half press), maka kamera akan mencari fokus, lalu akan me-lock focus di jarak tersebut, tidak akan berubah lagi.


Continuous/AI Servo

Di mode ini, kamera tidak akan me-lock focus, dan terus menyesuaikan focus dengan objek, bahkan jika obyeknya bergerak.


Auto/AI Focus

Di mode ini, kamera akan me-lock focus pada saat half-press, namun bisa melepaskan locknya dan menyesuaikan focus jika obyek bergerak. Walaupun kedengarannya hanya sedikit berbeda dengan mode continuous, tapi ada beberapa orang yang berpendapat mode auto ini kurang akurat dibandingkan continuous; mungkin karena ada jeda untuk melepas lock dan refocusing.






Wednesday, February 6, 2013

CARA MUDAH MEMBUAT DATAR ISI BLOG TANPA BACKLINK


Daftar Isi atau sitemap ini berfungsi sebagai alat navigasi dan pemetaan bagi pengunjung/visitor untuk melihat seluruh isi konten atau artikel blog/website dalam satu halaman khusus. Tentunya ini sangat menguntungkan pengunjung dan juga pemilik blog/website dalam usaha meningkatkan jumlah pageview.

Daftar Isi pada blog sama halnya dengan daftar isi yang sobat temui pada majalah, buku dan sejenisnya. Khusus untuk blog fungsinya sebagai susunan artikel berupa kumpulan tautan judul postingan yang terstruktur. List daftar isi pada blog dapat menampilkan perlabel, abjad dan lain-lain, sesuai setelan dan modikasi.




Untuk melihat tampilannya seperti apa, silahkan Anda lihat dulu demonya terlebih dahulu:




Bagaimana sobat, apakah anda berminat untuk memasang daftar isi ini di blog anda? Untuk memasang widget daftar isi di blog, anda dapat melakukan beberapa langkah mudah membuat daftar isi berikut ini :

Berikut Langkah-Langkahnya:

1. Login ke akun blog Anda
2. Pilih laman => Laman baru => Laman kosong
3. Pilihlah penulisan mode HTML (Lihat gambar) kemudian copy script berikut dan pastekan di laman baru tadi.

<script src="https://googledrive.com/host/0B17Sm1R_7ImLRTJBUjV3RXpVWm8/" type="text/javascript"></script><script src="http://sen1budaya.blogspot.com/feeds/posts/default?max-results=9999&amp;alt=json-in-script&amp;callback=loadtoc"></script>

Keterangan:
Ganti tulisan warna merah di atas dengan url blog sobat.

4. Setelah itu silahkan isi judul dan kemudian pratinjau, jika sudah sesuai dengan keinginan. silahkan publikasikan.
5. Selesai, silahkan copy link URLnya ke menu navigasi sobat. selamat mencoba dan semoga sukses

Untuk yang belum terlalu mengerti atau ada yang ingin ditanyakan silahkan komentar saja diblog ini. Semoga postingan Tutorial ini bisa bermanfaat bagi teman-teman blogger semua.