Thursday, August 16, 2012

Seni Rupa Murni (Eropa)

  1. Kesenian Yunani
    Kesenian Yunani mengutamakan keindahan (idelaisme) berdasarkan akal
    (rasionalisme) dan berpusat pada manusia (humanisme). Peninggalan karya seni dan seni patung yang bermutu tinggi dibuat berdasarkan pedoman yang dirumuskan pada buku“Golden Section”Bangsa Yunani termasuk penganut Polyteisme (banyak Dewa). Dan diwujudkan dengan bentuk manusia yang cantik dan tampan (Antroforfisme) seperti Dewa Apolo, Dewa ZeusDewi Nike, dllKebudayaan Yunani diawali dari kebudayaan – kebudayan daerah disekitar laut tengah,yaitu kebudayaan Kreta (Minois), kemudian berkembang hingga mencapai klasiknya.
     
  2. Kesenian Romawi
    Bangsa Romawi adalah bangsa yang terbuka terhadap kebudayaan luar dan memiliki
    sifat – sifat kepercayaan dan peradaban hidup yang sama dengan bangsa Yunani.Demikian pula dalam kesenianya, segala bentuk keindahan dan kagungan seni Yunaniditiru dan diabadikan.

  3. Kesenian Abad Pertengahan
    Keketika bangsawan dan kaisar Romawi dipengaruhi oleh agama nasrani (Katholik),
    maka segala kegiatan seni yang harus berdasarkan peeraturan agama yang dipusatkan di biara – biara. Membuat lukisan atau patung harus bertemakan tentang yesus, mendirikan bangunan harus mengutamakan gereja atau basilica dengan sifat vertikalisme sebagailambang kekuasaan diatas segalanya. Kemudian dalam senu musikpun yangdikembangkan hanya musik – musik gereja yang disebut Liturgi.
  4. Kesenian Masa Renaisance
    Seni renaissance muncul di Itali (berpusat di Plorence) pada abad ke 15. renaissance
     berarti kelahiran kembali kebudayaan Yunani dan Romawi yang gemilang segalakegiatan yang bersifat Theokratis (berdasarkan peraturan agama) menjadi sifatAntroposentis ( berpusat pada manusia), zaman ini kembali manusia bebas berfikir, bebasmenuangkan ide, bebas mencari dan menikmasti kenikmatan duniawi.

Tuesday, August 14, 2012

Semiotika dalam Desain Komunikasi Visual

Ilmu Grafis Komvis Teori Semiotika dalam Desain Komunikasi Visual mengacu pada Roland Barthes sebagai panduan berkomunikasi secara visual melalui semiologi. Semilogi atau semiotik selain dipakai sebagai alat komunikasi secara visual yang dipahami oleh masyarakat. Dalam artikel ini kita akan mempelajari bagaimana cara Menemukan makna teks Desain Komunikasi Visual.
Semiotik secara etimologi berasal dari kata Yunani semeion yang berarti ”tanda”. Secara terminologi semiotik dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang tanda-tanda. Ilmu ini menganggap bahwa fenomena sosial/masyarakat dan kebudayaan itu merupakan bentuk dari tanda- tanda. Semiotik juga mempelajari sistem-sistem, aturan-aturan, konvensi-konvensi yang memungkinkan tanda-tanda tersebut memiliki arti.
Semiotika moderen mempunyai dua orang pelopor, yaitu Charles Sanders Peirce (1839-1914) dan Ferdinand de Saussure. Pierce mengusulkan kata semiotika untuk bidang penelaahan ini, sedangkan Saussure memakai kata semiologi. Sebenarnya kata semiotika tersebut telah digunakan oleh para ahli filsafat Jerman bernama Lambert pada abad XVIII.
Roland Barthes adalah orang pertama kali yang menyusun model skematik untuk menganalisis negoisasi dan gagasan makna interaktif antara pembaca, penulis dan teks. Ketika Saussure menekankan pada teks semata, Barthes menekankan pada cara tanda-tanda di dalam teks berinteraksi dengan pengalaman personal dan kultural penggunanya dan memperhatikan konvensi pada teks yang berinteraksi dengan konvensi yang dialami. Dan inti teori Barthes adalah gagasan tentang dua tatanan pertandaan (order of signification).
Salah satu area penting yang dirambah Barthes dalam studinya dalam tanda adalah peran pembaca (the reader). Dalam Mithologies-nya (1983) secara tegas ia membedakan antara denotatif atau sistem pemaknaan tataran pertama dengan sistem pemaknaan tataran ke-dua, yang dibangun di atas sistem lain yang telah ada sebelumnya, sistem kedua ini oleh Barthes disebut dengan konotatif Roland Barthes sangat terpengaruh dengan Saussure dengan semiologi yang kental dengan inspirasi linguistik.
Dari peta Barthes dapat digambarkan bahwa tanda denotatif terdiri dari atas penanda (signifier) dan petanda (signified), akan tetapi pada saat bersamaan tanda denotatif adalah juga penanda konotatif. Denotasi merupakan sistem signifikasi tingkat pertama, sementara konotasi merupakan tingkat kedua. Dalam hal ini denotasi lebih diasosiasikan dengan ketertutupan makna. Sedangkan konotasi identik dengan operasi ideologi, yang disebutnya sebagai ’mitos’ dan berfungsi untuk mengungkapkan dan memberikan pembenaran bagi nilai-nilai dominan yang berlaku dalam suatu periode tertentu. Di dalam mitos juga terdapat pola tiga dimensi penanda, petanda dan tanda pada sistem pemaknaan tataran kedua.
Gambar Semiologi Roland Barthes
Pada tingkatan pertama (Language) Barthes meperkenalkan signifier (1) dan signified (2), yang gabungan keduanya menghasilkan sign (3) pada tingkatan pertama. Pada tingkatan kedua, sign (3) kembali menjadi SIGNIFIER (I) dan digabungkan dengan SIGNIFIED (II) dan menjadi SIGN (III). Sign yang ada ditingkatan ke dua inilah yang berupa MYTH (mitos) disebut juga sebagai metalanguage.
Di sini dapat dikatakan bahwa Makna denotatif adalah makna yang digunakan untuk mendeskripsikan makna definisional, literal, gamblang atau common sense dari sebuah tanda. Makna konotatif mengacu pada asosiasi-asosiasi budaya sosial dan personal berupa ideologis, emosional dan lain sebagainya.
Gambar Semiologi Roland Barthes
Barthes mencontohkan istilah “mawar”. Sebagai signifier adalah kata “mawar” itu sendiri (citra suara). Berfungsi sebagai signified adalah objeknya (bentuknya) “wujud bunga mawar” sebagai konsep (mental). Ketika kedua hal tersebut digabungkan akan terwujud sign (1), yaitu “mawar” sebagai entitas kongkrit. Dan mawar sebagai entitas kongkrit, ketika dikaitkan atau dikonotasikan secara arbitrer dengan hasrat (passion) akan menghasilkan SIGN (III) yang berarati sudah menjadi mitos. secara sederhana pada sign (3) mengandung makna denotatif dan pada SIGN (III) mengandung makna konotatif.
Barthes dalam menjelaskan membaca teks ”visual” menggunakan contoh seorang negro yang memberi hormat pada sampul majalah Paris Match. Di situ digambarkan seorang bocah negro dengan seragam khas Perancis sedang berdiri memberi hormat dengan latar belakang bendera kebangsaan Perancis.
Gambar Sampul majalah Paris Match
Pada semiologi tingkat pertama, gambar majalah itu tidak mengandung penafsiran apapun kecuali sebatas yang terlihat, yaitu bocah negro yang atribut seragam Perancis yang tengah memberi hormat pada bendera Perancis. Penghormatan itu layak dilakukan, karena perancis adalah sebuah negara besar, bahwa semua yang berada dalam naungannya adalah anak-anak ibu pertiwi, tanpa diskriminasi dan warna kulit. Tetapi pada semiologi tingkat dua memiliki penafsiran seorang yang memberi hormat kepada bendera Perancis tersebut tidak sekedar memberi hormat akan tetapi ada makna-makna lain di balik itu.
Misalnya saja mengapa anak negro yang dipilih? Mengapa dia memakai atribut khas Perancis, mengapa sorot mata agak ke atas? Semua itu jeli ditafsirkan oleh Roland Barthes dengan mengaitkan berbagai fakta penunjang. Seperti misalnya situasi politik masa itu, di mana Perancis tengah mengalami konfrontasi dengan atau tepat di tengah menjajah Aljazair, yang notabene adalah warganya kulit hitam.
Sementara perlawanan Aljazair telah berujung pada kemenangan. Sementara itu telah menunjukan realitas bahwa Perancis adalah salah satu negara imprealis penjajah yang wilayah negeri jajahannya sebagian besar adalah kulit hitam. Frustasi yang tersembunyi dari Perancis, ” dilipur” dengan visusalisasi sampul majalah Paris Match, yang sebenarnya hanyalah mitos tentang keagungan imprealitas Perancis.
Mengakhiri paparannya, Barthes menegaskan bahwa mitos adalah sarana mendistorsikan fakta sehingga masyarakat akan menerima begitu saja tanpa perlawanan. Inilah yang diinginkan oleh apa yang disebut oleh Barthes dengan norma-norma borjuisi khas milik ideologi kapitalisme. Maka mitosisasi adalah bungkus yang dibutuhkan, dikekalkan, diperkuat mendukung sistem maenstrem modern secara ideologis. Disinilah barthes menunjukkan ketika kebudayaan mewujudkan dirinya di dalam teks-teks, maka ideologi pun mewujudkan dirinya melalui berbagai kode yang merembes masuk ke dalam teks dalam bentuk penanda-penanda penting, seperti tokoh, latar, sudut pandang dan lain-lain.
Dan dibalik penanda-penanda yang ada ideologi memerankan sebuah kontruksi budaya yang terwujud dalam karya-karya DKV sebagai bentuk dari komunikasi masa yang sangat dipengaruhi sistem sosial ekonomi bahkan politik sebuah masyarakat. Mengakhiri artikel kali ini penulis ingin mengutip sebuah tuliasan dari Yasraf Amir Piliang dalm bukunya Dunia Yang Dilipat Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan, Jalasutra, Yogyakarta, 2004, hlm. 327, menyatakan bahwa Tugas seorang cendekiawan justru adalah menjadikan semiotika sebagai suatu metode untuk menegakkan yang hak dan mendekonntruksi yang bathil.
Sehingga sebuah alat atau ilmu bagi cendekiawan merupakan sebuah bentuk pertanggungjawaban intelektual yang harus memberikan kontribusi positif bagi terciptanya budaya yang manusiawi sesuai kodrat manusia sebagai makhluk berakal yang diciptakan Tuhan.

Catatan:

Ideologi sendiri secara etimologis berasal dari bahasa Greek, terdiri atas kata idea dan logia. Idea bersal dari kata idein yang berarti melihat. Idea dalam Webster’s New Collogiate Dictionary berarti ” something existing in the mind as the result of the formulation of an opinion, a plan or the like” (sesuatu yang ada dalam pikiran sebagai hasil dari perumusan sesuatu pemikiran atau rencana). Sedangkan logis bersal dari kata logos yang berarti word. Kata ini berasal dari kata legein yang berarti to speak (berbicara). Selanjunya kata logia berarti science (pengetahuan) atau teori.
Jadi menurut arti kata pengucapan dari yang terlihat atau pengutaraan apa yang terumus dalam pikiran sebagai hasil dari pemikiran (Sukarna, 1981:1)1 Meminjam pandangan filosof matrealis (komunis) Marx mengatakan ideologi adalah kesadaran palsu; kesadaran yang mengacu pada nilai-nilai moral tertinggi dengan sekaligus menutup kenyataan bahwa di belakang nilai-nlai luhur tersembunyilah kepentingan-kepentingan egois kelas-kelas berkuasa. Jadi ideologi sebagai teori yang menunjang kepentingan yang tidak dapat dilegetimasi secara wajar.
Daftar Pustaka
  1. Amir Piliang, Yasraf, ,Hiper Semiotika : Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna, Jalasutra, Yogyakarta, 2003
  2. Amir Piliang, Yasraf, Dunia Yang Dilipat tamasya melampaui batas-batas kebudayaan, Jalasutra, Yogyakarta, 2004.
  3. Barthes, Roland, S/Z. Penerjemah Richard Miller. New York: Hill and Wang 1974
  4. Budiman, Kris, Semiotika Visual, Yogyakarta, Buku Baik dan Yayasan Seni Cemeti, 2004.
  5. Fiske, John, Cultural and Communication Studies: Sebuah Pengantar Komprehensif, Jalasutra, Yogyakarta, 2006.
  6. Sobur, Alex , Analisis Teks Media Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, Dan Analisis Framing, PT. Remaja Rosda Karya Offset, Bandung, 2006.
  7. Tinarbuko, Sumbo, Semiotika Komunikasi Visual, Jalasutra, Yogyakarta, 2008.


Batik Fraktal, Gabungan Seni dan Teknologi

Batik telah lama dikenal sebagai kain tradisional Indonesia, yang oleh UNESCO pun telah diakui sebagai warisan budaya dunia. Kain yang telah dipakai sejak berabad-abad lalu ini bukan sekadar kain biasa. Setiap motif batik mengandung filosofi, sejarah, dan kisah tersendiri, yang lalu menghasilkan kompleksitas motif yang indah.

Zaman yang semakin modern ternyata tak membuat batik punah. Malah sebaliknya, teknologi komputer nan canggih ternyata bisa digunakan untuk melestarikan kain tradisional ini. Itulah yang dilakukan oleh People Pixel Project, sebuah kelompok riset desain dari Bandung. Kelompok yang didirikan oleh Nancy Margried, Muhammad Lukman dan Yun Hariadi ini menemukan bahwa kompleksitas motif batik serupa dengan konsep fraktal dalam matematika atau fisika. Bermula saat mereka iseng-iseng menggambar tumbuhan dengan menggunakan teknik fraktal, ternyata setelah dilihat malah menghasilkan pola yang mirip batik. Lalu, Yun meriset 300 motif batik Indonesia. Sebagai alat kerjanya, kami perlu softwareyang dirancang oleh teman-teman programmer. Jadilah sebuah software bernama JBatik.
Ternyata pola batik tradisional dapat dimodelkan dalam rumus matematika yaitu fraktal. Fraktal adalah salah satu cabang ilmu matematika yang berfokus pada pengulangan, dimensi, literasi, dan pecahan. Semua motif batik pasti mengandung unsur ini. Akhir 2006 lalu saya kumpul bersama dua teman, Muhamad Lukman dan Yun Hariadi. Mereka berasal dari jurusan arsitektur dan matematika ITB.
Kata 'batik' adalah istilah terkenal dengan tangan tradisional dibuat dengan kain pola tertentu, ikon budaya Indonesia dan telah dikenal sebagai salah satu warisan Dunia, sejak 2009. Batik Fractal adalah sebuah inovasi, produk dan merek (Fractal Batik Indonesia). Kami membuat pola batik menggunakan rumus fraktal pada Software jBatik, dan kemudian menerapkannya ke dalam kain dengan tangan tradisional menulis atau stamping menolak pewarna pewarna dengan pengrajin batik tradisional. Perangkat lunak kami generatif menciptakan pola batik. Dikombinasikan dengan proses buatan tangan, itu akan membawa sebuah kain batik kontemporer.Dengan menggunakan rumus fraktal, pola batik diterjemahkan hingga dapat dimodifikasi dengan bantuan teknologi komputer sehingga menghasilkan desain pola baru yang sangat beragam. People Pixel Project kemudian menciptakan perangkat lunak “jBatik” yang dapat membuat desain motif batik dengan menggunakan konsep matematis fraktal.
“Hasilnya, dari motif-motif batik tradisional yang sudah ada, bisa dimodifikasi dengan berbagai motif baru yang dihasilkan dari teknik fraktal,” kata Nancy Margried, CEO Batik Fractal Indonesia. Batik memang memiliki pakem-pakem tersendiri dalam pendesainan dan penggunaan motif. Misalnya adalah motif kawung, huk dan parang rusak, yang biasanya hanya boleh digunakan oleh kalangan bangsawan di momen-momen tertentu saja. Namun, untuk keperluan industri, adanya perangkat lunak untuk menciptakan ragam motif batik tentu menjadi sebuah inovasi bernilai.
Batik fraktal dapat menjadi solusi bagi permasalahan keterbatasan desain motif batik. Dengan bantuan perangkat lunak jBatik, berbagai motif batik dapat diciptakan secara cepat, baik motif dasar maupun motif hasil modifikasi. Ada 3 bentuk batik fraktal yang dapat dihasilkan:
Batik Fraktal Sederhana
: hasil simulasi komputer dalam bentuk fraktal yang memiliki kemiripan dengan desain batik tradisional.
Batik Hibrida
: Pola motif dalam fraktal dan motif batik digunakan sebagai bahan ornamentasi dan dekorasi untuk desain batik secara bersamaan.
Batik Inovatif
: Pola motif batik tradisional didesain ulang dengan menggunakan teknologi komputasional fraktal.
Nancy mengatakan, perangkat lunak jBatik hanya membantu dalam mendesain motif-motif batik, namun dalam hal pengerjaannya tetap dilakukan secara tradisional, yaitu dengan teknik batik tulis atau cap. “Pengerjaannya masih dilakukan oleh para pengrajin batik tradisional di Cirebon dan Pekalongan,” tambahnya.
Dengan inovasi dan kualitas yang mereka hasilkan, produk Batik Fractal Indonesia memang patut diapresiasi dengan harga yang pantas. Selembar kain batik tulis dibandrol dengan harga Rp700.000 hingga jutaan rupiah. “Bahkan pernah ada yang terjual seharga Rp10 juta, saat itu memang ada kolektor yang memesan khusus, dan dia berani membayar segitu setelah melihat hasilnya,” kata Nancy. Tak heran, untuk menghasilkan selembar kain batik tulis dibutuhkan waktu 1 hingga 5 bulan. Tergantung variasi dan kesulitan motif serta warna. Semakin rumit motif dan semakin banyak warna, maka proses pembuatannya pun akan semakin panjang. Itulah sebabnya, Batik Fraktal Indonesia lebih sering mengerjakan kain batik tulis sesuai pesanan.
Meski awalnya baru menghasilkan produk berupa kain batik panjang, saat ini Batik Fraktal Indonesia tengah mulai memproduksi pakaian batik ready to wear. “Ada batik tulis, ada juga batik cap, namun semua desain motifnya dibuat dengan menggunakan konsep fraktal,” tutur Nancy.
Karya anak bangsa ini telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Pada Oktober 2008, UNESCO menganugerahi People Pixel Project dengan Award of Excellence sebagai ‘Stamp of Approval’. Artinya produk mereka memiliki kualitas tertinggi pada level internasional dan berpotensi besar untuk masuk pasar dunia.





Psikologi Warna

Warna-warni memiliki efek psikologis. Efeknya berpengaruh terhadap pikiran, emosi, tubuh, dan keseimbangan. Aplikasi warna pada sebuah ruangan dapat menghasilkan kesan perasaan yang semakin luas atau justru kebalikannya.
Berikut ini sifat-sifat psikologis beberapa warna:

• Merah - Berani, penuh semangat, agresif, memicu emosi, dan menarik perhatian. Secara positif, warna merah mengandung arti cinta, gairah, berani, kuat, agresif, merdeka, kebebasan, dan hangat. Negatifnya adalah punya arti bahaya, perang, darah, anarki, dan tekanan.
• Kuning - Menciptakan perasaan optimis, percaya diri, pengakuan diri, akrab, dan lebih kreatif. Kuning juga dapat merugikan kita karena menyampaikan pesan perasaan ketakutan, kerapuhan secara emosi, depresi, kegelisahan, dan keputusasaan. Pilihan warna kuning yang tepat dan penggunaan yang sesuai akan mengangkat semangat kita dan lebih percaya diri.
• Hijau - berarti kesehatan, keseimbangan, rileks, dan kemudaan. Unsur negatif warna ini di antaranya memberi kesan pencemburu, licik, terasa jenuh, serta dapat melemahkan pikiran dan fisik. Di dalam sejarah China, warna hijau adalah warna perempuan. Lain dengan budaya muslim, yang menganggap warna hijau adalah warna yang suci. Warna untuk perdamaian juga hijau.
• Biru - Melambangkan intelektualitas, kepercayaan, ketenangan, keadilan, pengabdian, seorang pemikir, konsistensi, dan dingin. Selain itu, dapat memicu rasa depresi dan ragu-ragu. Biru gelap akan membantu berpikir tajam, tampil jernih, dan ringan. Biru muda akan menenangkan dan menolong berkonsentrasi dengan tenang. Terlampau banyak biru akan menimbulkan rasa terlalu dingin, tidak akrab, dan tak punya emosi atau ambisi.
• Ungu - Memberi efek spiritual, kemewahan, keaslian, dan kebenaran. Ungu mampu menunjang kegiatan bermeditasi dan berkontemplasi. Kemerosotan dan mutu yang jelek adalah sifat-sifat negatif warna ini.
• Putih - Warna murni, suci, steril, bersih, sempurna, jujur, sederhana, baik, dan netral. Warna putih melambangkan malaikat dan tim medis. Warna ini juga bisa berarti kematian karena berkonotasi kehampaan, hantu, dan kain kafan.
• Abu-abu - Bijaksana, dewasa, tidak egois, tenang, dan seimbang. Warna abu-abu juga mengandung arti lamban, kuno, lemah, kehabisan energi, dan kotor. Karena warnanya tergolong netral atau seimbang, warna ini banyak dipakai untuk warna alat-alat elektronik, kendaraan, perangkat dapur, dan rumah.
• Hitam - Berkesan elit, elegan, memesona, kuat, agung, teguh, dan rendah hati. Kesan negatifnya adalah hampa, sedih, ancaman, penindasan, putus asa, dosa, kematian, atau bisa juga penyakit. Tak seperti putih yang memantulkan warna, hitam menyerap segala warna. Dengan hitam, segala energi yang datang akan diserap. Walau mampu memesona dan berkarakter kuat, tapi banyak orang yang takut akan "gelap". Warna hitam berkonotasi gelap.


Bentuk Ragam Hias

Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya kerajinan atau seni. Karya ini dapat berupa tenunan, tulisan pada kain (misalnya batik), songket, ukiran, atau pahatan pada kayu/batu. Ragam hias dapat distilasi (stilir) sehingga bentuknya bervariasi.
Ragam hias Nusantara dapat ditemukan pada motif batik, tenunan, anyaman, tembikar, ukiran kayu, dan pahatan batu. Ragam hias ini muncul dalam bentuk-bentuk dasar yang sama namun dengan variasi yang khas untuk setiap daerah. Dalam karya kerajinan atau seni Nusantara tradisional, sering kali terdapat makna spiritual yang dituangkan dalam stilisasi ragam hias.
Terdapat ragam hias asli Nusantara, yang biasanya merupakan stilisasi dari bentuk alam atau makhluk hidup (termasuk manusia), dan ada pula ragam hias adaptasi pengaruh budaya luar, seperti dari Tiongkok, India, Persia, serta Barat.
Desain hiasan dapat dibuat dari berbagai bentuk ragam hias. Adapun jenis-jenis ragam hias yang dapat digunakan untuk menghias bidang atau benda yaitu :
a. Bentuk naturalis
Bentuk naturalis yaitu bentuk yang dibuat berdasarkan bentukbentuk yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuh-tumbuhan, bentuk hewan atau binatang, bentuk batu-batuan, bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam dan lain-lain.
b. Bentuk geometris
Bentuk geometris yaitu bentuk-bentuk yang mempunyai bentuk teratur dan dapat diukur menggunakan alat ukur.
Contohnya bentuk segi empat, segi tiga, lingkaran, kerucut, silinder dan lain-lain.
c. Bentuk dekoratif
Bentuk dekoratif merupakan bentuk yang berasal dari bentuk naturalis dan bentuk geometris yang sudah distilasi atau direngga sehingga muncul bentuk baru tetapi ciri khas bentuk tersebut masih terlihat. Bentuk-bentuk ini sering digunakan untuk membuat hiasan pada benda baik pada benda-benda keperluan rumah tangga maupun untuk hiasan pada busana.

Pembelajaran Seni Rupa pada SD & SMP

Seni rupa merupakan hasil interpretasi dan tanggapan pengalaman manusia dalam bentuk visual dan rabaan. Seni rupa berperanan dalam memenuhi tujuan-tujuan tertentu dalam kehidupan manusia maupun semata-mata memenuhi kebutuhan estetik. Karya seni rupa dapat menimbulkan berbagai kesan (indah, unik, atau kegetiran) serta memiliki kemampuan untuk membangkitkan pikiran dan perasaan. Dengan memahami makna tentang bentuk-bentuk seni rupa, akan diperoleh rasa kepuasan dan kesenangan.
Seni rupa dapat dibedakan menjadi seni rupa murni, seni kriya, dan desain. Jenis-jenis seni rupa ini menunjukkan proses pembuatan dan bentuk karya yang dihasilkan, serta nama pembuatnya, yaitu seniman, kriyawan, dan desainer. Seni murni menekankan pada ungkapan pikiran dan perasaan, meliputi seni lukis, seni patung, dan seni grafis. Seni kriya menekankan pada keterampilan teknik pembuatan karya, dengan hasil berupa karya kriya fungsional dan nonfungsional. Seni kriya menggunakan berbagai teknik dan media tertentu, misalnya kriya kayu, kriya logam, dan kriya tekstil. Desain menunjukkan proses pembuatan karya yang maksud dan tujuannya telah ditentukan lebih dahulu. Karya desain merupakan rancangan gambar, benda, atau lingkungan yang didasarkan pada persyaratan-persyaratan tertentu. Seniman atau kriawan dapat bekerja secara mandiri, sedangkan desainerbekerja untuk keperluan klien.
Pembelajaran seni rupa di sekolah mengembangkan kemampuan siswa dalam berkarya seni yang bersifat visual dan rabaan. Pembelajaran seni rupa memberikan kemampuan bagi siswa untuk memahami dan memperoleh kepuasan dalam menanggapi karya seni rupa ciptaan siswa sendiri maupun karya seni rupa ciptaan orang lain.
Melalui pengalaman berkarya, siswa memperoleh pemahaman tentang berbagai penggunaan media, baik media untuk seni rupa dwimatra maupun seni rupa trimatra. Dalam berkarya seni rupa, siswa belajar menggunakan berbagai teknik tradisional dan modern untuk mengeksploitasi sifat-sifat dan potensi estetik media. Melalui seni rupa, siswa belajar berkomunikasi melalui gambar dan bentuk, serta mengembangkan rasa kebanggaan dalam menciptakan ungkapan pikiran dan perasaannya.
Dalam pembelajaran seni rupa, peranan seni murni, kriya, maupun desain bersifat saling melengkapi dan saling berkaitan. Pembelajaran seni rupa dapat dilakukan dengan pendekatan studio, misalnya studio seni lukis, seni patung, seni grafis, dan kriya. Pembelajaran seni rupa dapat juga dipisahkan menjadi kegiatan pembelajaran seni rupa murni, kriya, dan desain.
Materi pokok seni rupa meliputi aspek apresiasi seni, berkarya seni, kritik seni, dan penyajian seni. Apresiasi seni rupa berarti mengenal, memahami, dan memberikan penghargaan atau tanggapan estetis (respons estetis) terhadap karya seni rupa. Materi apresiasi seni pada dasarnya adalah pengenalan tentang konsep atau makna, bentuk, dan fungsi seni rupa. Apresiasi seni rupa dapat mencakup materi yang lebih luas, yaitu pengenalan seni rupa dalam konteks berbagai kebudayaan.
Materi pelajaran apresiasi seni pada pendidikan Dasar dan Menengah meliputi pengenalan terhadap budaya lokal, budaya daerah lain, dan budaya mancanegara, baik yang bercorak primitif, tradisional, klasik, moderen, maupun kontemporer. Selain pengenalan bentuk-bentuk seni rupa, materi apresiasi juga meliputi pengenalan tentang latar belakang sosial, budaya, dan sejarah di mana karya seni rupa dihasilkan serta makna-makna dan nilai-nilai pada seni rupa tersebut.
Pembahasan konsep seni rupa meliputi struktur bentuk dan ungkapan (ekspresi) dalam seni murni dan hubungan bentuk, fungsi, dan elemen estetik dalam seni rupa terapan. Pembahasan tentang media seni rupa meliptui ciri-ciri media, proses, dan teknik pembuatan karya seni rupa. Selain itu, apresiasi seni juga perlu memberikan pemahaman hubungan antara seni rupa dengan bentuk-bentuk seni yang lain, bidang-bidang studi yang lain, serta keberadaan seni rupa, kerajinan, dan desain sebagai bidang profesi.
Berkarya seni rupa pada dasarnya adalah proses membentuk gagasan dan mengolah media seni rupa untuk mewujudkan bentuk-bentuk atau gambaran-gambaran yang baru. Untuk membentuk gagasan, siswa perlu dilibatkan dalam berbagai pendekatan seperti menggambar, mengobservasi, mencatat, membuat sketsa, bereskperimen, dan menyelidiki gambar-gambar atau bentuk-bentuk lainnya. Selain itu, siswa juga perlu dilibatkan dalam proses pengamatan terhadap masalah pribadi, realitas sosial, tema-tema universal, fantasi, dan imajinasi.
Mengolah media pada dasarnya adalah menggunakan bahan dan alat untuk menyusun unsur-unsur visual seperti garis, bidang, warna, tekstur, dan bentuk. Dalam mengolah media, siswa perlu diperkenalkan dengan teknik penggunaan berbagai bahan, dengan memperhatikan keterbatasan-keterbatasan maupun kelebihan-kelebihannya. Dalam menyusun bentuk, siswa perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan bentuk sehingga menjadi gaya yang bersifat pribadi.
Dalam kritik seni, siswa dilibatkan dalam pembahasan karya sendiri maupun karya teman atau orang lain. Pembahasan karya seni rupa di sini merupakan proses analisis kritis, meliputi deskripsi, analisis, interpretasi, dan penilaian. Unsur yang dianalisis adalah gaya, teknik, tema, dan komposisi karya seni rupa. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengasah keterampilan pengamatan visualnya.
Pembelajaran kritik seni rupa memberikan pengenalan dan latihan menggunakan bahasa dan terminologi seni rupa untuk mendeskripsikan dan memberikan tanggapan terhadap karya seni rupa. Tanggapan ini berkaitan dengan sifat-sifat sensoris karya seni rupa, seperti aspek-aspek taktil (rabaan), spasial (keruangan), dan kinestetik (gerak). Pembelajaran kritik seni juga melatih kemampuan untuk memahami makna-makna yang disampaikan melalui simbol-simbol visual, bentuk-bentuk, dan metafora.
Selain berkarya seni rupa, materi pokok seni rupa juga mencakup penyajian karya seni rupa. Materi penyajian karya seni meliputi penyajian secara lisan di kelas dan pameran di lingkungan kelas, sekolah, bahkan juga di masyarakat. Materi pokok pameran adalah seleksi, pemajangan karya, dan publikasi. Materi pameran juga mencakup kegiatan pengorganisasian pameran, meliputi perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi pameran. 
DAFTAR PUTAKA:
Modul UT.

Monday, August 13, 2012

DAFTAR ISI

Saturday, August 11, 2012

SEKILAS TENTANG DESAIN GRAFIS


Desain Grafis berasal dari 2 buah kata yaitu Desain dan Grafis, kata Desain berarti proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang. Sedangkan Grafis adalah titik atau garis yang berhubungan dengan cetak mencetak. Jadi dengan demikian Desain Grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bias menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus atau sangat berguna dalam bidang gambar.
Desain Grafis adalah cabang ilmu dari seni Desain yang dalam perkembangannya Desain Grafis dibantu oleh komputer dalam mendesain sebuah object. Orang yang bekerja dalam bidang ini di sebut seorang Desainer dan seorang Desainer harus memiliki minimal 5 (lima) Dimensi Keilmuan yaitu :
1. Wawasan Teknologi
2. Wawasan Sains
3. Wawasan Seni
4. Wawasan Sosial Dan Budaya
5. Wawacan Filsafat Dan Etika

Software dalam Desain Grafis
Banyak sekali software-software yang digunakan dalam dunia Desain Grafis diantaranya adalah : Adobe Photoshop, Corel Draw, Ilustrator dan lain sebagainya… sehingga seorang Desainer Grafis dapat memilih software andalannya dalam mengerjakan project Designnya.
Sedikit Artikel yang berkaitan dengan salah satu software Grafis – Adobe Photoshop.

Adobe Photoshop
Adobe Photoshop adalah software yang dibuat oleh perusahaan Adobe System, yang di khususkan untuk pengeditan foto atau gambar dan pembuatan effect. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh Fotografer Digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar. Meskipun pada awalnya Photoshop dirancang untuk menyunting gambar untuk cetakan berbasis-kertas, Photoshop yang ada saat ini juga dapat digunakan untuk memproduksi gambar untuk World Wide Web. Beberapa versi terakhir juga menyertakan aplikasi tambahan, Adobe ImageReady, untuk keperluan tersebut.
Photoshop juga memiliki hubungan erat dengan beberapa perangkat lunak penyunting media, animasi, dan authoring buatan Adobe lainnya.
Kelebihan Adobe Photoshop
Adobe Photoshop mempunyai banyak fasilitas yang memungkinkan seorang Desainer menciptakan efek-efek tertentu dan bisa menggunakan banyak variasi dari fasilitas yang disediakan oleh Adobe Photoshop, beberapa diantaranya yaitu:
- Membuat tulisan dengan effect tertentu.
Photoshop dapat mengubah bentuk tulisan menjadi lebih kreatif dan inovatif dengan tool effect yang ada didalamnya
- Membuat tekstur dan material yang beragam.
Dengan langkah-langkah tertentu, seorang Desainer dapat membuat gambar misalnya daun, logam, air, dan bermacam gambar lainnya
- Mengedit foto dan gambar yang sudah ada.
Dengan Photoshop kita dapat merubah gambar kita jelek menjadi bagus ataupun sebaliknya. Selain itu juga Photoshop dapat merubah foto seseorang menjadi sebuah gambar kartun. Atau dalam Design Grafis disebut vector and vexel.
- Memproses materi Web.
Photoshop juga digunakan untuk keperluan web, misalnya: kompresi file gambar agar ukurannya lebih kecil, memotong gambar kecil-kecil (slice), dan membuat web photo gallery. Dengan Adobe Image Ready, gambar yang sudah ada bisa dibuat untuk keperluan web, misalnya menjadi rollover dan animasi GIF.
Kelemahan Adobe Photoshop
Kelemahan Adobe Photoshop dalam menciptakan Image adalah bahwa Adobe Photoshop hanya bisa digunakan untuk menciptakan Image yang statis, dan juga dengan berkembangnya versi Photoshop sekarang ini spesifikasi Komputer untuk menjalankan program Adobe Photoshop juga harus sudah tinggi dan yang pasti akan diimbangi oleh harga yang tinggi pula.

Thursday, August 9, 2012

PENGERTIAN SENI


Istilah "seni" yang merupakan terjemahan dari bahasa Inggris art, sebenarnya usianya masih sangat muda (istilahnya). Ditinjau dari segi etimologi, istilah ini masih sulit untuk dijelaskan.
Sebelum abad ke-15 istilah seni digunakan untuk menyebutkan apa saja yang punya peraturan. Ada istilah Seni berperang, seni memasak, seni bercinta, dokter yang belum praktek namanya Semi Art.
Perkembangan selanjutnya istilah art diklaim oleh seni rupa. Art hanya digunakan dalam bidang seni rupa, hal itu dapat dilihat dari buku-buku art semuanya tentang seni rupa, demikian juga Art Departement pada perguruan tinggi di Barat yang dikelola hanya seni rupa. Hal itu disebabkan karena daerah jelajah seni lainnya semua sudah punya nama seperti misalnya music, dance, theatre, drama dan sebagainya..
Ada yang menyebutkan istilah Seni berasal dari kata ”sani” dalam bahasa sansakerta yang berarti pemujaan, pelayanan, donasi, permintaan, atau pencarian dengan hormat dan jujur.
Ada juga yang menyebutkan istilah seni berasal dari bahasa Belanda ”genie” yang artinya jenius.
Istilah ”seniman” merupakan istilah yang baru populer di masyarakat kita. Soalnya pekerjaan ini dahulu belum merupakan suatu profesi, yaitu spesialisasi yang dikerjakan oleh dalam sebagian besar masa hidupnya.

Seniman Profesional 
  • Ketrampilan 
  • Mampu menghidupi dirinya dari profesinya.

Definisi yang paling bersahaja menyebutkan bahwa, Seni adalah keindahan yang dibuat oleh manusia.
Everyman Encyclopedia menyebutkan bahwa, Seni adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh orang bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan adalah apa saja yang dilakukannya semata-mata karena kehendak akan kemewahan, kenikmatan, ataupun karena dorongan kebutuhan spiritual.
Menurut Ki Hajar Dewantara, Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah, hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya.
Akhdiat Karta Miharja menyebutkan, Seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksi realitet (kenyataan) dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya.
Thomas Munro menyebutkan, Seni adalah alat buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lain yang melihatnya. Efek tersebut mencakup tanggapan-tanggapan yang berwujud pengamatan, pengenalan, imajinasi, yang rasional maupun emosional.
Kata Kunci 
  • Seni itu harus indah
  • Seni dibuat oleh manusia 
  • Seni bukan kebutuhan pokok melainkan  kebutuhan tertier 
  • Seni memiliki kekuatan transfer of feeling. 
  • Seni dapat menimbulkan efek psikologis bagi yang menikmati

Kesimpulan Sementara
Seni adalah karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman-pengalaman batinnya; pengalaman batin tersebut disajikan secara indah atau menarik sehingga merangsang timbulnya pengalaman batin pula pada manusia lain yang menghayatinya. Kelahirannya tidak didorong oleh hasrat memenuhi kebutuhan manusia yang pokok, melainkan merupakan usaha untuk melengkapi dan menyempurnakan derajat kemanusiaan, memenuhi kebutuhan yang spiritual sifatnya.


Wednesday, August 8, 2012

BATIK URANG

Ini adalah Batik hasil karya saya sendiri, yang saya beri judul Batik Urang.

Makna Filosofis Batik Urang :
Kata “Urang” berasal dari bahasa Jawa yang berarti udang.
  1. Secara visual motif batik Urang memiliki makna bahwa Gresik merupakan daerah yang banyak menghasilkan udang. Karena di wilayah Gresik khususnya bagian utara banyak terdapat tambak-tambak yang membudidayakan udang sebagai hasil produksi utamanya.
  2. Secara simbolis motif batik Urang memiliki makna sebagai berikut :
    • Gambar motif dua udang sebagai motif utama menggambarkan bahwa sepasang pasangan dengan kasih sayang memiliki kekuatan yang sangat besar dari pada seorang diri dalam menjalani kehidupan.
    • Gambar motif antena udang yang menjulur-julur sangat banyak menggambarkan bahwa keseimbangan dalam menjalani kehidupan itu sangat diperlukan.
    • Gambar motif kepala udang sebagai motif tambahan menggambarkan kepala merupakan unsur yang penting yaitu sebagai pemimpin, yang berarti bahwa betapa pentingnya seorang pemimpin dalam sebuah kehidupan.
    • Gambar motif tiga udang yang saling berdekatan sebagai isen-isen menggambarkan bahwa manusia dalam hidupnya akan mengalami awal, tengah, dan akhir yang tidak bisa lepas dengan sesamanya.
    • Motif pinggiran diambil dari bentuk ekor udang yang sudah dideformasi.