Tuesday, August 14, 2012

Pembelajaran Seni Rupa pada SD & SMP

Seni rupa merupakan hasil interpretasi dan tanggapan pengalaman manusia dalam bentuk visual dan rabaan. Seni rupa berperanan dalam memenuhi tujuan-tujuan tertentu dalam kehidupan manusia maupun semata-mata memenuhi kebutuhan estetik. Karya seni rupa dapat menimbulkan berbagai kesan (indah, unik, atau kegetiran) serta memiliki kemampuan untuk membangkitkan pikiran dan perasaan. Dengan memahami makna tentang bentuk-bentuk seni rupa, akan diperoleh rasa kepuasan dan kesenangan.
Seni rupa dapat dibedakan menjadi seni rupa murni, seni kriya, dan desain. Jenis-jenis seni rupa ini menunjukkan proses pembuatan dan bentuk karya yang dihasilkan, serta nama pembuatnya, yaitu seniman, kriyawan, dan desainer. Seni murni menekankan pada ungkapan pikiran dan perasaan, meliputi seni lukis, seni patung, dan seni grafis. Seni kriya menekankan pada keterampilan teknik pembuatan karya, dengan hasil berupa karya kriya fungsional dan nonfungsional. Seni kriya menggunakan berbagai teknik dan media tertentu, misalnya kriya kayu, kriya logam, dan kriya tekstil. Desain menunjukkan proses pembuatan karya yang maksud dan tujuannya telah ditentukan lebih dahulu. Karya desain merupakan rancangan gambar, benda, atau lingkungan yang didasarkan pada persyaratan-persyaratan tertentu. Seniman atau kriawan dapat bekerja secara mandiri, sedangkan desainerbekerja untuk keperluan klien.
Pembelajaran seni rupa di sekolah mengembangkan kemampuan siswa dalam berkarya seni yang bersifat visual dan rabaan. Pembelajaran seni rupa memberikan kemampuan bagi siswa untuk memahami dan memperoleh kepuasan dalam menanggapi karya seni rupa ciptaan siswa sendiri maupun karya seni rupa ciptaan orang lain.
Melalui pengalaman berkarya, siswa memperoleh pemahaman tentang berbagai penggunaan media, baik media untuk seni rupa dwimatra maupun seni rupa trimatra. Dalam berkarya seni rupa, siswa belajar menggunakan berbagai teknik tradisional dan modern untuk mengeksploitasi sifat-sifat dan potensi estetik media. Melalui seni rupa, siswa belajar berkomunikasi melalui gambar dan bentuk, serta mengembangkan rasa kebanggaan dalam menciptakan ungkapan pikiran dan perasaannya.
Dalam pembelajaran seni rupa, peranan seni murni, kriya, maupun desain bersifat saling melengkapi dan saling berkaitan. Pembelajaran seni rupa dapat dilakukan dengan pendekatan studio, misalnya studio seni lukis, seni patung, seni grafis, dan kriya. Pembelajaran seni rupa dapat juga dipisahkan menjadi kegiatan pembelajaran seni rupa murni, kriya, dan desain.
Materi pokok seni rupa meliputi aspek apresiasi seni, berkarya seni, kritik seni, dan penyajian seni. Apresiasi seni rupa berarti mengenal, memahami, dan memberikan penghargaan atau tanggapan estetis (respons estetis) terhadap karya seni rupa. Materi apresiasi seni pada dasarnya adalah pengenalan tentang konsep atau makna, bentuk, dan fungsi seni rupa. Apresiasi seni rupa dapat mencakup materi yang lebih luas, yaitu pengenalan seni rupa dalam konteks berbagai kebudayaan.
Materi pelajaran apresiasi seni pada pendidikan Dasar dan Menengah meliputi pengenalan terhadap budaya lokal, budaya daerah lain, dan budaya mancanegara, baik yang bercorak primitif, tradisional, klasik, moderen, maupun kontemporer. Selain pengenalan bentuk-bentuk seni rupa, materi apresiasi juga meliputi pengenalan tentang latar belakang sosial, budaya, dan sejarah di mana karya seni rupa dihasilkan serta makna-makna dan nilai-nilai pada seni rupa tersebut.
Pembahasan konsep seni rupa meliputi struktur bentuk dan ungkapan (ekspresi) dalam seni murni dan hubungan bentuk, fungsi, dan elemen estetik dalam seni rupa terapan. Pembahasan tentang media seni rupa meliptui ciri-ciri media, proses, dan teknik pembuatan karya seni rupa. Selain itu, apresiasi seni juga perlu memberikan pemahaman hubungan antara seni rupa dengan bentuk-bentuk seni yang lain, bidang-bidang studi yang lain, serta keberadaan seni rupa, kerajinan, dan desain sebagai bidang profesi.
Berkarya seni rupa pada dasarnya adalah proses membentuk gagasan dan mengolah media seni rupa untuk mewujudkan bentuk-bentuk atau gambaran-gambaran yang baru. Untuk membentuk gagasan, siswa perlu dilibatkan dalam berbagai pendekatan seperti menggambar, mengobservasi, mencatat, membuat sketsa, bereskperimen, dan menyelidiki gambar-gambar atau bentuk-bentuk lainnya. Selain itu, siswa juga perlu dilibatkan dalam proses pengamatan terhadap masalah pribadi, realitas sosial, tema-tema universal, fantasi, dan imajinasi.
Mengolah media pada dasarnya adalah menggunakan bahan dan alat untuk menyusun unsur-unsur visual seperti garis, bidang, warna, tekstur, dan bentuk. Dalam mengolah media, siswa perlu diperkenalkan dengan teknik penggunaan berbagai bahan, dengan memperhatikan keterbatasan-keterbatasan maupun kelebihan-kelebihannya. Dalam menyusun bentuk, siswa perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan bentuk sehingga menjadi gaya yang bersifat pribadi.
Dalam kritik seni, siswa dilibatkan dalam pembahasan karya sendiri maupun karya teman atau orang lain. Pembahasan karya seni rupa di sini merupakan proses analisis kritis, meliputi deskripsi, analisis, interpretasi, dan penilaian. Unsur yang dianalisis adalah gaya, teknik, tema, dan komposisi karya seni rupa. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengasah keterampilan pengamatan visualnya.
Pembelajaran kritik seni rupa memberikan pengenalan dan latihan menggunakan bahasa dan terminologi seni rupa untuk mendeskripsikan dan memberikan tanggapan terhadap karya seni rupa. Tanggapan ini berkaitan dengan sifat-sifat sensoris karya seni rupa, seperti aspek-aspek taktil (rabaan), spasial (keruangan), dan kinestetik (gerak). Pembelajaran kritik seni juga melatih kemampuan untuk memahami makna-makna yang disampaikan melalui simbol-simbol visual, bentuk-bentuk, dan metafora.
Selain berkarya seni rupa, materi pokok seni rupa juga mencakup penyajian karya seni rupa. Materi penyajian karya seni meliputi penyajian secara lisan di kelas dan pameran di lingkungan kelas, sekolah, bahkan juga di masyarakat. Materi pokok pameran adalah seleksi, pemajangan karya, dan publikasi. Materi pameran juga mencakup kegiatan pengorganisasian pameran, meliputi perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi pameran. 
DAFTAR PUTAKA:
Modul UT.

Monday, August 13, 2012

DAFTAR ISI

Saturday, August 11, 2012

SEKILAS TENTANG DESAIN GRAFIS


Desain Grafis berasal dari 2 buah kata yaitu Desain dan Grafis, kata Desain berarti proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang. Sedangkan Grafis adalah titik atau garis yang berhubungan dengan cetak mencetak. Jadi dengan demikian Desain Grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bias menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus atau sangat berguna dalam bidang gambar.
Desain Grafis adalah cabang ilmu dari seni Desain yang dalam perkembangannya Desain Grafis dibantu oleh komputer dalam mendesain sebuah object. Orang yang bekerja dalam bidang ini di sebut seorang Desainer dan seorang Desainer harus memiliki minimal 5 (lima) Dimensi Keilmuan yaitu :
1. Wawasan Teknologi
2. Wawasan Sains
3. Wawasan Seni
4. Wawasan Sosial Dan Budaya
5. Wawacan Filsafat Dan Etika

Software dalam Desain Grafis
Banyak sekali software-software yang digunakan dalam dunia Desain Grafis diantaranya adalah : Adobe Photoshop, Corel Draw, Ilustrator dan lain sebagainya… sehingga seorang Desainer Grafis dapat memilih software andalannya dalam mengerjakan project Designnya.
Sedikit Artikel yang berkaitan dengan salah satu software Grafis – Adobe Photoshop.

Adobe Photoshop
Adobe Photoshop adalah software yang dibuat oleh perusahaan Adobe System, yang di khususkan untuk pengeditan foto atau gambar dan pembuatan effect. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh Fotografer Digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar. Meskipun pada awalnya Photoshop dirancang untuk menyunting gambar untuk cetakan berbasis-kertas, Photoshop yang ada saat ini juga dapat digunakan untuk memproduksi gambar untuk World Wide Web. Beberapa versi terakhir juga menyertakan aplikasi tambahan, Adobe ImageReady, untuk keperluan tersebut.
Photoshop juga memiliki hubungan erat dengan beberapa perangkat lunak penyunting media, animasi, dan authoring buatan Adobe lainnya.
Kelebihan Adobe Photoshop
Adobe Photoshop mempunyai banyak fasilitas yang memungkinkan seorang Desainer menciptakan efek-efek tertentu dan bisa menggunakan banyak variasi dari fasilitas yang disediakan oleh Adobe Photoshop, beberapa diantaranya yaitu:
- Membuat tulisan dengan effect tertentu.
Photoshop dapat mengubah bentuk tulisan menjadi lebih kreatif dan inovatif dengan tool effect yang ada didalamnya
- Membuat tekstur dan material yang beragam.
Dengan langkah-langkah tertentu, seorang Desainer dapat membuat gambar misalnya daun, logam, air, dan bermacam gambar lainnya
- Mengedit foto dan gambar yang sudah ada.
Dengan Photoshop kita dapat merubah gambar kita jelek menjadi bagus ataupun sebaliknya. Selain itu juga Photoshop dapat merubah foto seseorang menjadi sebuah gambar kartun. Atau dalam Design Grafis disebut vector and vexel.
- Memproses materi Web.
Photoshop juga digunakan untuk keperluan web, misalnya: kompresi file gambar agar ukurannya lebih kecil, memotong gambar kecil-kecil (slice), dan membuat web photo gallery. Dengan Adobe Image Ready, gambar yang sudah ada bisa dibuat untuk keperluan web, misalnya menjadi rollover dan animasi GIF.
Kelemahan Adobe Photoshop
Kelemahan Adobe Photoshop dalam menciptakan Image adalah bahwa Adobe Photoshop hanya bisa digunakan untuk menciptakan Image yang statis, dan juga dengan berkembangnya versi Photoshop sekarang ini spesifikasi Komputer untuk menjalankan program Adobe Photoshop juga harus sudah tinggi dan yang pasti akan diimbangi oleh harga yang tinggi pula.

Thursday, August 9, 2012

PENGERTIAN SENI


Istilah "seni" yang merupakan terjemahan dari bahasa Inggris art, sebenarnya usianya masih sangat muda (istilahnya). Ditinjau dari segi etimologi, istilah ini masih sulit untuk dijelaskan.
Sebelum abad ke-15 istilah seni digunakan untuk menyebutkan apa saja yang punya peraturan. Ada istilah Seni berperang, seni memasak, seni bercinta, dokter yang belum praktek namanya Semi Art.
Perkembangan selanjutnya istilah art diklaim oleh seni rupa. Art hanya digunakan dalam bidang seni rupa, hal itu dapat dilihat dari buku-buku art semuanya tentang seni rupa, demikian juga Art Departement pada perguruan tinggi di Barat yang dikelola hanya seni rupa. Hal itu disebabkan karena daerah jelajah seni lainnya semua sudah punya nama seperti misalnya music, dance, theatre, drama dan sebagainya..
Ada yang menyebutkan istilah Seni berasal dari kata ”sani” dalam bahasa sansakerta yang berarti pemujaan, pelayanan, donasi, permintaan, atau pencarian dengan hormat dan jujur.
Ada juga yang menyebutkan istilah seni berasal dari bahasa Belanda ”genie” yang artinya jenius.
Istilah ”seniman” merupakan istilah yang baru populer di masyarakat kita. Soalnya pekerjaan ini dahulu belum merupakan suatu profesi, yaitu spesialisasi yang dikerjakan oleh dalam sebagian besar masa hidupnya.

Seniman Profesional 
  • Ketrampilan 
  • Mampu menghidupi dirinya dari profesinya.

Definisi yang paling bersahaja menyebutkan bahwa, Seni adalah keindahan yang dibuat oleh manusia.
Everyman Encyclopedia menyebutkan bahwa, Seni adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh orang bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan adalah apa saja yang dilakukannya semata-mata karena kehendak akan kemewahan, kenikmatan, ataupun karena dorongan kebutuhan spiritual.
Menurut Ki Hajar Dewantara, Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah, hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya.
Akhdiat Karta Miharja menyebutkan, Seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksi realitet (kenyataan) dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya.
Thomas Munro menyebutkan, Seni adalah alat buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lain yang melihatnya. Efek tersebut mencakup tanggapan-tanggapan yang berwujud pengamatan, pengenalan, imajinasi, yang rasional maupun emosional.
Kata Kunci 
  • Seni itu harus indah
  • Seni dibuat oleh manusia 
  • Seni bukan kebutuhan pokok melainkan  kebutuhan tertier 
  • Seni memiliki kekuatan transfer of feeling. 
  • Seni dapat menimbulkan efek psikologis bagi yang menikmati

Kesimpulan Sementara
Seni adalah karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman-pengalaman batinnya; pengalaman batin tersebut disajikan secara indah atau menarik sehingga merangsang timbulnya pengalaman batin pula pada manusia lain yang menghayatinya. Kelahirannya tidak didorong oleh hasrat memenuhi kebutuhan manusia yang pokok, melainkan merupakan usaha untuk melengkapi dan menyempurnakan derajat kemanusiaan, memenuhi kebutuhan yang spiritual sifatnya.


Wednesday, August 8, 2012

BATIK URANG

Ini adalah Batik hasil karya saya sendiri, yang saya beri judul Batik Urang.

Makna Filosofis Batik Urang :
Kata “Urang” berasal dari bahasa Jawa yang berarti udang.
  1. Secara visual motif batik Urang memiliki makna bahwa Gresik merupakan daerah yang banyak menghasilkan udang. Karena di wilayah Gresik khususnya bagian utara banyak terdapat tambak-tambak yang membudidayakan udang sebagai hasil produksi utamanya.
  2. Secara simbolis motif batik Urang memiliki makna sebagai berikut :
    • Gambar motif dua udang sebagai motif utama menggambarkan bahwa sepasang pasangan dengan kasih sayang memiliki kekuatan yang sangat besar dari pada seorang diri dalam menjalani kehidupan.
    • Gambar motif antena udang yang menjulur-julur sangat banyak menggambarkan bahwa keseimbangan dalam menjalani kehidupan itu sangat diperlukan.
    • Gambar motif kepala udang sebagai motif tambahan menggambarkan kepala merupakan unsur yang penting yaitu sebagai pemimpin, yang berarti bahwa betapa pentingnya seorang pemimpin dalam sebuah kehidupan.
    • Gambar motif tiga udang yang saling berdekatan sebagai isen-isen menggambarkan bahwa manusia dalam hidupnya akan mengalami awal, tengah, dan akhir yang tidak bisa lepas dengan sesamanya.
    • Motif pinggiran diambil dari bentuk ekor udang yang sudah dideformasi.

Sunday, July 15, 2012

SULAMAN

SULAMAN

Sulaman ada dua macam, yaitu sulaman putih dan sulaman berwarna.
Bahan yang digunakan yaitu : 
  1. tenunan rapat adalah bahan disilang dengan polos dan rapat. 
  2. kain bagi, misalnya strimin, bahan kotak-kotak, garis-garis, dll. 
  3. tenunan jarang ata tembus terang, organdi, file, dll.

  1. Sulaman putih
    Adalah satu teknik sulaman yang menggunakan bahan dasar benang dengan warna senada atau bisa juga warna benang dikerjakanpada tenunan rapat. Jenis-jenis sulaman putih adalah :
    • tenunannya rapat 
    • warna benang sama sesuai warna 
    • berasal dari Eropa 
    • motifnya kecil-kecil dan tidak boelh runcing 
    • lebar miotif tidak boleh lebih ½ cm
Macam-macam sulaman putih
A. Sulaman Inggris
            Adalah salah satu teknik sulam putih yang dikerjakan pada tenunan rapat dan mempunyai motif tertentu, warna benang sewarna dengan warna bahan.
Ciri-cirinya :
  • dikerjakan diatas tenunan rapat 
  • warna benang senada dengan warna bahan 
  • ragam hias tidak boleh terlalu rapat 
  • harus menggunakan motif tertentu


motif sulaman putih
(                 tulisannya hilang                )

Syarat ragam hias :
·        Dikerjakan pada bahan tembus terang
·        Dibagian baik terlihat hanya seperti bayangan
·        Warna benang harus agak tua dari warna bahan
·        Dibagian buruk terdapat tusuk flannel
·        Dibagian baik terdapat tusuk tikam jejak

2. Sulaman berwarna
       Adalah salah satu teknik sulaman yang dikerjakan pada bahan yang berwarna dan dikombinasikan macam0macam warna-warna benang.
A. Sulaman Fantasi
            Adalah sulaman yang mempergunakan bermacam-macam tusuk hias kurang lebih tiga tusuk hias dan tiga warna benang. Sulaman ini dapat digunakan untuk menghiasi berbagai macam pakaian atau pun lenan rumah tangga. Bahan yang dihias tidak terbatas, semacam bahan yang dihias tidak terbatas, semua macam bahan yang polos dan berbagai macam benang hias dapat dipergunakan.
Syarat ragam hias : 
  • Ragam hias dikerakan dengan minimum tiga tusuk hias 
  • Tusuk hias digunakan dengan bentuk ragam hias 
  • Bentuk ragam hiasnya tidak terbatas dapat berupa bentuk asli, renggaan, meruncing, melengkung, dll 
  • Menggunakan berbagai kombinasi warna

B. Sulaman bebas
      Adalah sulaman yang digunakan untuk menghias dinding atau vigura, menggunakan berbagai macam teknik menghias kain, dengan bahan dan tusuk hias yang disesuaikan dengan teknik menghias kain tersebut serta mempunyai ragam hias bebas dan mem[unyai cerita atau tema.
Syarat ragam hias : 
  • Disusun sedemikian rupa sehingga mengandung suatu makna atau cerita. 
  • Menggunakan minimum 3 macam teknik menghian kain dengan tusuk hias yang sesuai. 
  • Warna bahan dan bahan disesuaikan dengan teknik menghias kain tersebut tanpa mengabaikan bentuk dan fungsi benda.

Penempatan :
  • Sebagai pengisi ragam hias yang sudah ada 
  • Untuk menghias benda


TEKNIK MENGHIAS KAIN


Teknik melekatkan

Teknik ini menggunakan bahan yang panjang dan tidak terputus yaitu melkat benang, pita, renda, dan biku-biku. Bahan tersebut diletakkan pada kain dengan mempergunakan tusuk hias yang fungsinya selain untuk meletakkan pita juga berfungsi untuk hiasan.

Syarat-syarat ragam hias :
  • Ragam hias tidak boleh putus-putus.
  • Tusuk hias di letakkan pada tempat yang tepat sehingga fungsi tusuk hiasnya tercapai.
  • œGunakan kombinasi warna yang indah, sesuai dan cocok.
  • œRagam hias disesuaikan dengan fungsi dan bentuk bendanya.
Teknik lengkapan
Teknik menghias kain dengan cara melengkapkan perca kain pada benda yang akan dihias. Perca kain dapat diletakkan pada bagian baik atau bagian buruk benda yang akan dihias. Perca yang sama atau berbeda tenunannya yang dengan benda yang akan dihias.
1. Aplikasi
    Adalah meletakkan secamping kain pada kain yang lain bagian baiknya dengan menggunakan tusuk hias. Bahan yang dapat di hias dengan teknik aplikasi adalah sesuai jenis bahan, baik polos, berbunga, kotak-kotak dan sebagainya. Begitupun untuk kain pelekatnya, benang hias yang di gunakkan hendaknya yang kuat dan lentur aplikasi dikerjakan pada bagian baik benda.

2. Inkrustasi
     Adalah meletakkan secamping kain lain pada bagian buruk kain yang akan dihias dengan menggunakan tusuk hias. Untuk kain pelekatnya pada inkrustasi ini cukup satu warna saja atau menggunakan kain tula. Jadi yang dipotong (digunting) untuk motif adalah kain yang di hias. Pada bagian yang sama dengan kain yang akan dihias yaitu dengan menggunakan bahan yang tembus pandang.
3. Lengkap yang sama
    Adalah meletakkan secamping kain pada bagian buruknya dengan menggunakan tusuk hias. Untuk kain pelekatnya menggunakan bahan yang tembus pandang. Jadi yang dipotong (digunting) untuk motif adalah kain yang di hias. Pada bagian yang sama dengan kain yang akan dihias yaitu dengan menggunakan bahan yang tembus pandang.
Syarat ragam hias : 
  • Ragam hias jangan terlalu kecil.
  • œ Ragam hias jangan runcing.
  • œSifat dan bentuk ragam hias disesuaikan dengan bentuk dan fungsi bendanya.
  • œ Gunakan kombinasi warna yang baik.


TUSUK SILANG

Sulaman tusuk silang dikerjakan pada kain dengan motif polos, namun tenunan nya dapat dihitung dengan kain strimin. Untuk menggambarkan ragam hias pada sulaman tusuk silang diperlukan kertas berkotak-kotak kecil. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menciptakan ragam hiasnya,yaitu: Jenis benda yang akan beri hias (busana /lenan) untuk menentukan bentuk ragam hiasnya. Tempat ragam hias pada benda untuk menentukan ukuran. Teknik sulaman yang digunakan macamnya adalah tusuk silang biasa, tusuk silang holbein, tusuk asisiden, tusuk tapiseri.
Tusuk silang ada 4 macam yaitu : 
  1. Tusuk silang biasa adalah ragam hias langsung diisi dengan tusuk silang. 
  2. Tusuk silang asisi adalah ragam hiasnya dibiarkan kosong dan backgruondya diisi satu warna dasar tusuk silang dang dipinggirannya dengan tisu holbein.
  3. Tusuk silang tapiser adalah ragam hias diisi gengantusuk yang penuh menutupi backgruond.  



MERUBAH CORAK

Sulaman pada kain bercorak :
            Sulaman ini dikerjakan pada kain bagian bermotif tertentu atau geometris seperti kotak-kotak, bulat-bulat, garis-garis, atau bintik-bintik dengan motif teratur dan berukuran ± ¾ cm. warna bahan dan warna motif tidak boleh lebih dari dua warna.
Teknik yang dilakukan pada sulaman ini adalah :
a. Teknik menghias corak :
yaitu corak geometris tersebut dihias dengan menambahkan tusuk hias pada motifnya menggunakan tusuk hias boleh saja, dan warna benang boleh berbeda.
b. Teknik merbah corak :
yaitu corak yang sudah ada dirubah dengan tusuk silang tertentu, sehingga corak atau motifnya berubah. Warna benang tidak boleh berbeda dari salah satu warna.




Smock

Digunakan untuk menghias busana atau lenan rumah tangga yang menggunakan lipit-lipit atau kerut-kerut. Smock terdiri dari dua atau satu tusuk hias (tusuk lelujur atau flannel). Smock ada dua macam, yaitu :
Sistem Eropa
Adalah menghias diatas kain bagi yang berkerut rata lalu pada bagian baik kain diberi macam-nacam tusuk hias.
Sistem Jepang
Adalah menghias kain polos pada bagian kain dengan menggunakan tusuk balut sehingga pada bagian baik tecipta motif (melati,palm,nanas,silang tikar, dll).
Syarat Ragam Hias
Arah ragam hias selalu horizontal dan tidak pernah berbentuk sudut. Ragam hias berbentuk hiasan tetapi bergantung. Tusuk yang digunakan adalah tusuk tangkai, flanel, jelujur dan piquer.


B. Sulaman Perancis
      Salah satu teknik sulaman putih, yaitu dikerjakab pada tenunan rapat dengan warna senada dengan warna bahan dan mempunyai cirri khusus membuhul kebagian baik. Pada mulanya sulaman ini digunakan untuk monogram, simbol dan lambing. Digunakan untuk menendal saku batu, ujung krah, atau ujung sapu yaitu berupa singkatan inisial nama.
Syarat ragam hias : 
  1. Lembarnya tidak boleh lebih dari ½ cm
  2. Bentuk ragam hias tertentu seperti batang, garis dan bentuk-bentuk kaku dan disusun seindah mungkin.
  3. Sulaman disesuaikan dengan tusuk pipih, cordun (tusuk tikam jejak dan lubang) dan tusuk pengosi.
C. Sulaman
            Adalah suatu teknik sulaman putih yang dikerjakan pada tenunan rapat (kosong) bahan dam mempunyai ciri-ciri khas berlubang-lubang. Keindahan sulaman ini terletak pada ragam hias yang memiliki brides (lebatan) brides tersebut diletakkan didalam atau diluar ragam hias.
Syarat-syarat (kosong) :
  1. Berlubang-lubang/brides
  2. Menggunakan tusuk festoon
  3. Ragam hias jangan terlalu kecil
  4. Ragam hias bebas dan jangan runcing
  5. Lubang jangan bertemu/berhimpit
Penempatan :
·        Untuk menghias benda
·        Untuk mengisi bidang

D. Sulaman bayangan

Terawang
Sulaman terawang terjadi karena pencabutan benang lungsin atau pakan atau kedua-duanya yang akan menghasilkan suayu daftar isi yang berbentuk lurus, membujur, atau melingkar. ()
            Terawang selain untuk menghias juga digunakan untuk menyesuaikan tepi busana atau lenan rumah tangga. Kombinasi warna yang digunakan umumnya monokromatik dan analog atau biasa juga kontras. ()

Syarat ragam hias :
  • Berbentuk lajur lurus karena lajur benang yang dicabut.
  • Terdapat lobang-lobang kecil apabila beberapa helai benang diikat dengan tusuk terawang. Apabila benang pakan dan benang lusin yang dicabut maka benang-benang tersebut berbentuk persegi.
  • Besar lajur terawang tergantung pada jumlah benang yang dicabut.
  • Gunakan kertas millimeter blok untuk membuat ragam hias.

Terawang ada 5 macam
1. Terawang biasa
            Adalah teknik menghias kain yang dikerjakan pada kain bagi atau tenunan jarang dengan cara mencabut helai tenunan pada satu kain (lungsin atau pakan). Helaian benang yang tertinggi dihias (kosong) berkelompok dengan variasi tusuk hias balut. Syaratnya sisa-sisa benang yang tertinggal masih nampak atau terlihat. Contoh :


2. Terawang Punto Tirat
            Adalah teknik menghias kain yang dikerjakan pada kain bagi atau tenunan jarang dengan cara mencabut helai tenunan pada satu kain (lungsin atau pakan). Kemudian sisa benang yang sudah dicabut diisi dengan tusuk anyam timbal balik atau tusuk point the reprise.

SISIPAN TULA dan MENGHIAS TULA

Sisispan Tula dikerjakan pada kain dengan tenunan tula yaitu kain yang ditenun sedemikian rupa sehingga terjadi lubang-lubang segi enam atau segi delapan. Teknik ini digunakan dengan mengisi lubang-lubang tusuk jelujur. Arah sispan benang mengikuti krah lubang-lubang tenunan tula, sehingga membentuk ragam hias yang berupa garis lurus, bersudut atau agak melengkung. Dan seluruh ragam bergabung tidak terputus. Cara menghias tula dengan dua cara, yaitu :
1. Menghias tula dengan jelujur rapat dan timbal balik.
2. sisispan tula denagn macam-macam tusukan hias.